Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

PGRI Minta Bupati Perhatikan Kesejahteraan Guru

2 min read

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd menyampaikan keluhan tersebut dalam sambutan di Konferensi XXII PGRI Kab. Kuningan Tahun 2020 di Hotel D’Jehans, Sangkanhurip. Kamis (09/07/2020).

Dede mengatakan wadah PGRI sebagai induk para Guru dari tingkat SD-SMA/SMK akan mendorong persoalan yang dihadapi anggotanya yakni kesejahteraan, khususnya Guru Honorer. Hal ini merupakan bagian dari Program PGRI Jabar yaitu Hormati Guru Sayangi Teman. Dede mengajak anggotanya bersama sama ciptakan PGRI Bermartabat. Menurutya pihaknya ingin mewujudkan Generasi Emas tahun 2045, syaratnya kualitas pendidikan perlu dtingkatkan.

Peserta Konferensi XXII PGRI Kuningan Tahun 2020 mengikuti Protokol Kesehatan Di Hotel D’Jehan, Sangkanhurip (Foto, Dok : IKP)

Konferensi Kabupaten XXII PGRI Kab. Kuningan Tahun 2020 diadakan saat Pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan nya pun mengikuti standar protokol kesehatan. Konferensi sebagai bentuk LPJ Pengurus PGRI Kuningan Periode 2015-2020, dan agenda memilih kembali Formatur dan pengurus untuk periode 2020-2025.

Pembukaan Konferensi dihadiri oleh Bupati Kuningan, Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kab.Kuningan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kab.Kuningan, Kadisdikbud Kab. Kuningan. Fungsionaris Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd, Ketua PGRI Kab. Kuningan H.Pipin Mansur Aripin, M.Pd serta Peserta.

Pipin Mansur Aripin, Ketua PGRI Kuningan mengungkapkan tema konferensi yaitu   “Mewujudkan PGRI Sebagai Organisasi Profesi dan Perannya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 Sebagai Penguatan PGRI Kuningan “SMART DAN MANDIRI”. Pihaknya mendukung sinergitas program dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, pada kesempatan ini, menjelaskan peran guru harus selalu mengikuti jaman (update) dan perlu modal ilmu pengetahuan konsep kekinian di era industri 4.0. pemanfaatan aplikasi digital teknologi pun tidak bisa dihindarkan oleh Guru, bagaimana memadukan semua literasi untuk wujudkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) variatif dan kreatif.

“ Namun tetap sentuhan kemanusiaan Guru seperti keikhlasan, ketulusan dan kejujuran. Tugas mendidik, mengajar dan membimbing anak didik di sekolah. Saya harap Guru terus belajar, dan belajar “ Pinta Bupati. (AS)

Editor : LIe

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *