Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Hati – hati !!! Hoaks dan Penipuan Mengatasnamakan Kadisdik Jabar

2 min read

Foto : Dedi Supandi, Kadisdik Jabar (doc. Barly I/disdikprovjabar)

Bandung – jarrakposjabar.com – Kadisdik Jabar Dedi Supandi, mengatakan sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan ia menemukan sejumlah hoaks dan penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

Hoaks ini, katanya, mulai dari dapat memuluskan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), menyatakan dinasnya akan memberikan bantuan kepada sekolah, sampai yang menyatakan meninggal dunia.

“Sampai saat ini ada beberapa hoaks atau penipuan yang ada. Sampai ada juga informasi yang memberitakan saya meninggal. Itu tersebar melalui aplikasi Whatsapp ke beberapa kepala sekolah,” ujar Dedi Supandi, Senin (06/07/2020).

Dedi mengatakan namanya pun dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan kepada sejumlah kepala sekolah di SMA atau SMK di Jabar.

Oknum tersebut menghubungi bagian tata usaha di sekolah untuk menyampaikan kepada kepala sekolah supaya segera menghubungi Kadisdik Jabar terkait konfirmasi dana bantuan.

“Jadi mereka itu memberikan nomor telepon yang katanya itu nomor Kadisdik Jabar. Padahal nomornya juga beda dengan nomor telepon saya. Ada beberapa sekolah yang melaporkan itu. Saya harap itu bisa ditelusuri. Hati-hati ada oknum mengatasnamakan Dinas Pendidikan,” katanya.

Dedi mengatakan penipuan lainnya yaitu mengenai beredarnya surat aspirasi yang diduga berasal dari seorang anggota dewan di Kota Bandung. Dalam surat dengan kop salah satu partai tersebut dituliskan untuk ditujukan kepada Kadisdik Jabar.

Surat tertanggal 29 Juni 2020 tersebut dituliskan bahwa partai tersebut mengakomodasi aspirasi masyarakat berkaitan pendaftaran PPDB Tahun 2020 di Kota Bandung. Dalam isi surat itu disebutkan nama, NISN, akun username, asal sekolah, dan sekolah yang dituju.

“Saya belum pernah menerima surat dan telepon dari yang bersangkutan (pembuat surat tersebut). Banyak yang mengatasnamakan saya,” katanya.

Dedi mengajak semua pihak, khususnya kepada kepala sekolah agar lebih berhati-hati dengan modus-modus tersebut. Dia juga meminta untuk melakukan kroscek apabila menemukan informasi yang dinilai janggal(*)

Sumber: tribunjabar.id

Editor : AjR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *