Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

SMPN 2 SINDANG SIAP TRANSPARANSI

2 min read

Foto : SMPN 2 Sindang Indramayu (Doc. Jarrakposjabar)

Indramayu, JarrakposJabar.Com — Hampir semua segi kehidupan mengalami kelumpuhan di landa Covid-19, demikian juga sektor pendidikan pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan dan mengganti kegiatan tatap muka dengan kegiatan on line ataupun Virtual hal ini di lakukan demi pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid -19.

Hal ini dialami oleh SMPN 2 Sindang Indramayu yang merupakan salah satu sekolah unggulan bahkan masuk kedalam program RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yang setiap tahun mencetak lulusan yang bermutu serta unggul dalam persaingan.

Karena sekolah yang bermutu tidak lepas dari sumber daya yang baik serta sokongan dana yang memadai hal ini menuntut partisipasi dari orang tua murid karena anggaran yang di kucurkan oleh pemerintah sangat terbatas.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 2 Sindang H.Cecep Mujamil saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa setiap ajaran baru pihaknya bersama Komite Sekolah selalu merembuk dengan orang tua siswa tentang rencana dan anggaran yang dibutuhkan oleh sekolah untuk setiap kegiatan termasuk dengan semua orang tua siswa kelas 9 yang akan menghadapi berbagai macam kegiatan mulai dari pengayaan, perpisahan serta lain sebagainya dan sifatnya hanya sumbangan tidak di pukul rata.

Karena pihaknya dan komite Sekolah sadar, “Tidak semua orang tua siswa maaf mempunyai tingkat ekonomi yang cukup jadi dalam hal ini kita berlakukan subsidi silang bahkan ada beberapa orang tua siswa yang sama sekali di bebaskan dari kewajiban tersebut” ujarnya.

Komite Sekolah yang di ketuai oleh Drs.H. Marsono MPd yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu membenarkan hal tersebut dan pihak sekolah serta Komite sangat Transparant apabila ada orang tua siswa yang bertanya perihal dana yang terkumpul digunakan buat peruntukan apa ataupun mau berembuk maka pihaknya sangat terbuka sekali.

“Di sekolah ini tidak ada jika ada siswa yang tidak mampu membayar lalu dikucilkan, diberi sangsi ataupun dikeluarkan,” paparnya.

“Karena yang bersekolah disini itu semua anak bangsa sebagai generasi penerus jadi tidak ada istilah deskriminasi atau pun lainnya. Coba kita mau sedikit berkorban demi anak kita andai uang untuk membeli 1 bungkus rokok per hari kita kumpulkan selama 1 bulan maka nilainya akan lumayan dan lebih bermanfaat buat kepentingan anak kita, ” jelasnya.

“Memang memungut sumbangan pendidikan itu tidak disalahkan sepanjang transparan karena menurut undang-undang pendidikan dan peraturan pemerintah tahun 2005 bahwa Biaya penyenggaraan pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tetapi tanggung jawab masyarakat demi meningkatkan pendidikan yang bermutu dan berkualutas, ” tambahnya.

Lalu bila proses dan prosedur telah dilakukan oleh pihak sekolah dan komite sekolah pada waktu rapat/musyawarah dengan orang tua siswa, kemudian di tengah jalan hal tersebut di protes oleh orang tua siswa kemana keberadaan orang tua siswa itu?

 

Penulis : Sandi

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *