Duh, 9 Orang Positif Covid 19 di Kuningan, Bupati : Aktifkan PSBM ! – Jarrak POS
Connect with us

Berita

Duh, 9 Orang Positif Covid 19 di Kuningan, Bupati : Aktifkan PSBM !

Published

on

Kuningan, Jarrakposjabar.Com – 9 orang positif dari hasil tes Swab tahap pertama berjumlah 390 orang. Melihat situasi ini, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH. MH, gerak cepat adakan jumpa pers (Selasa, 30/06/2020). Bertempat di Crisis Center Lantai 2 Aula Setda Kabupaten Kuningan.

Bupati menjelaskan bahwa sudah maksimal dalam menangani wabah Covid 19 di Kuningan. Sejak 29 Februari 2020 antara lain dengan membentuk Tim Gugus Tugas Covid 19, Crisis Center, Check  Point,KWP, dan PSBB. Sehingga Kuningan masuk Zona Biru oleh Gubernur Jabar dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di cabut 100% pertanggal 26 Juni 2020.

Namun adanya kasus sekarang dari hasil swab massal tersebut, dipertimbangkan kembali untuk mengaktifkan kembali PSBB. Namun skalanya dirubah menjadi Pembatasan Sosial Bersakala Mikro (PSBM) yang akan difokuskan pada lokasi tertentu sesuai wilayah yang terpapar. Tentu dengan fenomena ini akan berpengaruh terhadap aktifitas di semua lini sosial.

“ Ya, ini berpengaruh terhadap pembatasan aktifitas semua sektor, mulai sektor pariwisata, ekonomi, keagamaan, sosial budaya, kemasyarakatan (hajatan). Saya minta Patroli Keamanan Diaktifkan lagi malam ini, untuk penegakan disiplin masyarakat terutama jaga jarak dan mencegah kerumunan. Hal ini dilakukan agar diketahui peta sebaran Covid 19.” Ucap Bupati

Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K, yang turut hadir dilokasi, mengungkapkan, hasil temuan lapangan terjadi penurunan kedisiplinan masyarakat saat masa transisi. Adanya hasil swab massal ini dan petunjuk dari Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Coviid 19, Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) akan dilakukan, dan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19 akan dilaksanakan.

Kepala Dinas kesehatan Kab. Kuningan Hj. Susi Lusiyanti  saat dihubung langsung oleh awak media Jarakposjabar.com, mengaku sedih adanya 9 orang positif Corona. Susi mengakui wabah ini belum sepenuhnya sirna, selalu mengintai masyarakat.

“ Per Tanggal 15 Mei 2020, kurva penurunan sudah landai di Kuningan, adanya yang terpapar lagi, saya menghimbau ke masyarakat untuk hati hati dan menjalankan protokol kesehatan yakni memakai masker kalo keluar rumah menjaga jarak, hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan. “ ungkap Susi.

Menurut Susi, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah langkah preventif, himbauan menjalani Protokol Kesehatan, dan akan mengevaluasi pasien yg terpapar, serta meminta ke Dinkes Provinsi Jawa Barat penambahan test swab massal.

Hasil Swab Massal tahap pertama diadakan di beberapa kecamatan yakni Kuningan, Lebakwangi, Kramatmulya, Cilimus, Darma, dan Cigugur. Dari 390 spesimen terdapat 9 orang positif swab dengan sebaran asal daerahnya yaitu 1 orang dari Kec. Cilimus, 3 orang dari Kec. Kramatmulya, 1 orang dari Kec. Kuningan, 1 orang dari Kec.  Cigugur,  1 orang dari Kec. Darma, dan 2 orang dari Kec. Lebakwangi. (AS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tidak Pakai Masker, Denda Rp.150.000

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Selasa, (14/07/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengeluarkan Pergub mengenai warganya yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah akan dikenakan denda sebesar 150.000 Rupiah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah mengadakan rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, senin 13/07/2020.

Perlunya peraturan tersebut dikarenakan kasus Covid-19 di Wilayah Jawa Barat masih mengalami kenaikan, guna mengantisipasi penyebaran lebih luas dan menertibkan masyarakat dalam pencegahan, maka perlu adanya denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker diluar rumah.

Ridwan Kamil pun menyampaikan untuk petugas pelaksanaan penindakan nanti di lapangan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI.

“Penindakan dilapangan nanti dari Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas,” ucap Ridwan Kamil.

Dasar hukum pemberlakuan denda nanti akan masuk dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat. Sebelum di putuskan, Pergub tersebut masih akan dikaji terlebih dahulu oleh pihak Kajati, sedangkan sosialisasi kepada masyarakat segera dilakukan agar saat Pergub sudah keluar masyarakat sudah mengetahui dan memahaminya.

“Kejaksaan Tinggi akan mengkaji terlebih dahulu untuk dasar hukumnya dari Pergub nanti,” kata Ridwan Kamil.

Untuk pemberlakuan Denda bagi yang tidak menggunakan masker nanti akan dimulai tanggal 27 Juli 2020 dan berlaku selama 14 hari kedepan. (Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Berita

Pernyataan Usman Sayogi, setelah Mendapat Rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Maju sebagai Cawabub mendampingi Kurnia Agustina Nasser ( Teh Nia )

Published

on

By

SOREANG, Jarrakposjabar.com|
Senin ( 13/7/2020). Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, Usman Sayogi menyatakan rekomendasi dirinya sebagai Cawabub mendampingi Kurnia Agustina Nasser masih bersifat dinamis, semua keputusan tetap ada pada DPP Partai Golkar

Saat konferensi pers di Soreang pada Senin (13/7/2020), Usman mengungkapkan, “Sifat rekomendasi saya sebagai calon Wakil Bupati Bandung masih dinamis. Bisa saja berubah setiap saat. Jika DPP Partai Golkar masih perlu saya sebagai cawabup, ya saya pertimbangkan.”

Dan saat ini Usman masih mempunyai lima tahun lagi masa pengabdianya sebagai ASN. Ia pun saat ini masih menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab.Bandung.

“Jadi nantinya saya tetap pertimbangkan dengan matang, apakah saya lanjut sebagai ASN di Pemkab Bandung atau saya memilih tawaran dari Partai Golkar sebagai calon wakil bupati,” ujarnya.

Untuk maju sebagai cawabup dari Golkar, Usman mengaku sudah mendapat dukungan dari keluarganya. Tapi menurutnya keputusan ada di tangan DPP Partai Golkar.

“Kalau DPP Golkar mendapatkan figur calon wakil bupati yang dinilai lebih kompeten dari saya, ya saya juga akan merelakannya,” ujarnya.

“Apalagi dari awal juga saya tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi cawabup dari Golkar. Saya hanya ditawari dan ditunjuk,” imbuhnya.

Usman mengakui ia sudah berbicara secara pribadi bersama Dadang Naser Bupati Kab.Bandung, sekaligus sebagai ketua DPD partai Golkar Kab.Bandung.

“Saya sudah bicarakan ini dan meminta beliau memikirkan secara matang untuk memberikan kepercayaan kepada saya. Jangan sampai kehadiran saya justru jadi beban politik bagi beliau,” jelasnya.

Namun, jika memang Dadang M Naser atau bahkan DPP Partai Golkar memintanya terus mendampingi Kurnia Agustina Naser, maka Usman mengaku siap. “Saya juga siap untuk mengundurkan diri sebagai ASN. Saya siap dampingi Teh Nia jika memang diminta,” tegasnya.

Editor : EH
Pewarta : Ujang/ Irfan

Continue Reading

Berita

Jogya Junction Kota Bogor di Tutup, Satu Orang SPG Positif Covid-19

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Senin, (13/07/2020). Kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor bertambah, salah satunya Sales Promotion Girl di pusat perbelanjaan Jogya Junction yang beralamat di jln Jenderal Sudirman Kec. Bogor Tengah Kota Bogor – Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta untuk menutup sementara pusat perbelanjaan tersebut sampai hasil swab semua keluar baru diputuskan kebijakan selanjutnya.

Pemkot Bogor hari ini senin, 13/07/2020 rencananya akan melakukan test swab untuk seluruh karyawan jogya junction, terutama bagi yang kontak langsung atau dekat dengan SPG yang terkonfirmasi positif.

Walikota Bogor Bima Arya memerintahkan untuk semaximal mungkin proses tes swab pagi ini bagi seluruh karyawan jogya junction jangan sampai ada yang terlewat.

” Saya perintahkan agar semaximal mungkin dilakukan tes swabnya, jangan ada yang terlewat” perintah Bima.

Kasus positif covid-19 salah satu SPG dibenarkan oleh Regional Manager Jogya untuk wilayah Jakarta – Bogor Endang Yudi, beliau menjelaskan jika SPG yang positif tersebut bekerja di tenant pakaian anak.

SPG tersebut dinyatakan positif setelah tanggal 9 juli kemarin dilakukan Rapid Test di Jogya Junction dan diikuti 154 peserta, hasil dari Rapid Tes tersebut dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk dilanjutkan tes Swab dan hasilnya satu orang positif.

Wakil Walikota Bogor yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, tim Surveillance Dinas Kesehatan sudah melakukan pemetaan dengan dibantu oleh tim Deteksi Wilayah dan dilakukan dengan menggunakan standard operasional Gugus Tugas.

“Dilakukan dengan hati – hati agar tidak menimbulkan kepanikan bagi masyarakat,” ucap Dedie.

Dedie pun berharap dengan terkonfirmasinya satu orang positif Covid-19 bukan pertanda adanya cluster – cluster baru penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

(Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Komentar Terbaru

    Trending