Webinar Bulan Bung Karno 2020 : DPC PDIP Kab.Cirebon Mengundang Narasumber DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas – Jarrak POS
Connect with us

Berita

Webinar Bulan Bung Karno 2020 : DPC PDIP Kab.Cirebon Mengundang Narasumber DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas

Published

on

Cirebon, JarrakposJabar.com — Sabtu, (27/06/2020), Memperingati bulan Bung Karno, DPC PDIP Kab. Cirebon mengadakan acara webinar via aplikasi zoom dengan tema “Soekarno, Perjuangan dan karya besarnya” dengan keynote Speaker, Ketua DPC PDIP Kab. Cirebon Drs. H. Imron Rosadi. M. Ag dan narasumber DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH. Dosen Hukum Tata Negara. Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Acara tersebut di minati oleh para wartawan, PAC PDIP, Badan Partai, Sayap Partai dan berbagai kalangan akademisi.

(Doc. Jarrakposjabar)

Sebagai Keynote Speaker Imron menyampaikan ide-ide dan pemikirannya tentang Bung Karno.

Bahwa Bung Karno mempunyai sejarah perjuangan panjang di republik ini, hingga beliau mempunyai karya besar berupa Pancasila yang di gali dari nilai-nilai Budi pekerti luhur yang ada di Indonesia, kemudian dirangkum menjadi Pancasila sebagai falsafah hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dapat mempersatukan seluruh perbedaan warna kulit, suku, agama, budaya.

“Karya besar berupa Pancasila ini bisa dijadikan pedoman hidup dalam berbangsa, melalui tindakan yang nyata, seperti saling menghormati, yang diwujudkan dengan toleransi, gotong royong tanpa harus melihat latar belakang golongan,” pungkasnya .

Sementara itu DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH sebagai Nara sumber memandang, karya besar Bung Karno adalah Pancasila yang disampaikan di hadapan BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

DR. Dian berpandangan, “Pancasila 1 Juni 1945 yang disampaikan oleh Bung Karno merupakan uraian ide dan gagasan besar yang beliau gali dari kekayaan yang terpendam yang ada di tanah air.” tuturnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

Setelah pidato Bung Karno tentang Pancasila, dihadapan BPUPKI, kemudian hasilnya dirangkum menjadi Pancasila piagam Jakarta, pada sila ketuhanan dan kewajiban menjalankan syari’at bagi pemeluknya, yang menuai pro dan kontra, yang kemudian piagam Jakarta di ubah menjadi ketuhanan yang Maha Esa.

Secara akademik pidato Bung Karno dalam menyampaikan gagasan besar Pancasila kepada BPUPKI adalah konsep lima sila yang kita kenal dengan Pancasila 1 Juni 1945.

Bung Karno pun menawarkan kepada sidang BPUPKI, jika lima sila tersebut terlalu banyak bisa kita peras menjadi tiga atau Trisila, jika tiga juga terl alu banyak bisa kita peras lagi menjadi satu, atau Ekasila (gotong royong).

Pidato ini menurut Dosen Universitas Andalas DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH yang akrab di sapa DR. Dian, adalah sekedar menawarkan selera kepada BPUPKI, agar BPUPKI bisa memilih mana yang dianggap tepat untuk Bangsa ini, bukan berarti lantas Bung Karno mau memeras, sebab gagasan besar tersebut sudah di sampaikan oleh Bung Karno dalam pidatonya, agar BPUPKI nanti bisa merumuskan menjadi Pancasila yang
disepakati,” bebernya.

(Doc. Jarrakposjabar)

“Kena apa yang diperingati ko Pancasila 1 Juni bukan Pancasila 18 Agustus 45, sebab 1 Juni adalah lahirnya ide dan gagasan Pancasila, dan embrionya Pancasila ada di 1 Juni bukan di 18 Agustus,” pungkas DR. Dian.

 

Penulis : Hadi

Editor : Lle

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tidak Pakai Masker, Denda Rp.150.000

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Selasa, (14/07/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengeluarkan Pergub mengenai warganya yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah akan dikenakan denda sebesar 150.000 Rupiah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah mengadakan rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, senin 13/07/2020.

Perlunya peraturan tersebut dikarenakan kasus Covid-19 di Wilayah Jawa Barat masih mengalami kenaikan, guna mengantisipasi penyebaran lebih luas dan menertibkan masyarakat dalam pencegahan, maka perlu adanya denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker diluar rumah.

Ridwan Kamil pun menyampaikan untuk petugas pelaksanaan penindakan nanti di lapangan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI.

“Penindakan dilapangan nanti dari Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas,” ucap Ridwan Kamil.

Dasar hukum pemberlakuan denda nanti akan masuk dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat. Sebelum di putuskan, Pergub tersebut masih akan dikaji terlebih dahulu oleh pihak Kajati, sedangkan sosialisasi kepada masyarakat segera dilakukan agar saat Pergub sudah keluar masyarakat sudah mengetahui dan memahaminya.

“Kejaksaan Tinggi akan mengkaji terlebih dahulu untuk dasar hukumnya dari Pergub nanti,” kata Ridwan Kamil.

Untuk pemberlakuan Denda bagi yang tidak menggunakan masker nanti akan dimulai tanggal 27 Juli 2020 dan berlaku selama 14 hari kedepan. (Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Berita

Pernyataan Usman Sayogi, setelah Mendapat Rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Maju sebagai Cawabub mendampingi Kurnia Agustina Nasser ( Teh Nia )

Published

on

By

SOREANG, Jarrakposjabar.com|
Senin ( 13/7/2020). Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, Usman Sayogi menyatakan rekomendasi dirinya sebagai Cawabub mendampingi Kurnia Agustina Nasser masih bersifat dinamis, semua keputusan tetap ada pada DPP Partai Golkar

Saat konferensi pers di Soreang pada Senin (13/7/2020), Usman mengungkapkan, “Sifat rekomendasi saya sebagai calon Wakil Bupati Bandung masih dinamis. Bisa saja berubah setiap saat. Jika DPP Partai Golkar masih perlu saya sebagai cawabup, ya saya pertimbangkan.”

Dan saat ini Usman masih mempunyai lima tahun lagi masa pengabdianya sebagai ASN. Ia pun saat ini masih menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab.Bandung.

“Jadi nantinya saya tetap pertimbangkan dengan matang, apakah saya lanjut sebagai ASN di Pemkab Bandung atau saya memilih tawaran dari Partai Golkar sebagai calon wakil bupati,” ujarnya.

Untuk maju sebagai cawabup dari Golkar, Usman mengaku sudah mendapat dukungan dari keluarganya. Tapi menurutnya keputusan ada di tangan DPP Partai Golkar.

“Kalau DPP Golkar mendapatkan figur calon wakil bupati yang dinilai lebih kompeten dari saya, ya saya juga akan merelakannya,” ujarnya.

“Apalagi dari awal juga saya tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi cawabup dari Golkar. Saya hanya ditawari dan ditunjuk,” imbuhnya.

Usman mengakui ia sudah berbicara secara pribadi bersama Dadang Naser Bupati Kab.Bandung, sekaligus sebagai ketua DPD partai Golkar Kab.Bandung.

“Saya sudah bicarakan ini dan meminta beliau memikirkan secara matang untuk memberikan kepercayaan kepada saya. Jangan sampai kehadiran saya justru jadi beban politik bagi beliau,” jelasnya.

Namun, jika memang Dadang M Naser atau bahkan DPP Partai Golkar memintanya terus mendampingi Kurnia Agustina Naser, maka Usman mengaku siap. “Saya juga siap untuk mengundurkan diri sebagai ASN. Saya siap dampingi Teh Nia jika memang diminta,” tegasnya.

Editor : EH
Pewarta : Ujang/ Irfan

Continue Reading

Berita

Jogya Junction Kota Bogor di Tutup, Satu Orang SPG Positif Covid-19

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Senin, (13/07/2020). Kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor bertambah, salah satunya Sales Promotion Girl di pusat perbelanjaan Jogya Junction yang beralamat di jln Jenderal Sudirman Kec. Bogor Tengah Kota Bogor – Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta untuk menutup sementara pusat perbelanjaan tersebut sampai hasil swab semua keluar baru diputuskan kebijakan selanjutnya.

Pemkot Bogor hari ini senin, 13/07/2020 rencananya akan melakukan test swab untuk seluruh karyawan jogya junction, terutama bagi yang kontak langsung atau dekat dengan SPG yang terkonfirmasi positif.

Walikota Bogor Bima Arya memerintahkan untuk semaximal mungkin proses tes swab pagi ini bagi seluruh karyawan jogya junction jangan sampai ada yang terlewat.

” Saya perintahkan agar semaximal mungkin dilakukan tes swabnya, jangan ada yang terlewat” perintah Bima.

Kasus positif covid-19 salah satu SPG dibenarkan oleh Regional Manager Jogya untuk wilayah Jakarta – Bogor Endang Yudi, beliau menjelaskan jika SPG yang positif tersebut bekerja di tenant pakaian anak.

SPG tersebut dinyatakan positif setelah tanggal 9 juli kemarin dilakukan Rapid Test di Jogya Junction dan diikuti 154 peserta, hasil dari Rapid Tes tersebut dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk dilanjutkan tes Swab dan hasilnya satu orang positif.

Wakil Walikota Bogor yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, tim Surveillance Dinas Kesehatan sudah melakukan pemetaan dengan dibantu oleh tim Deteksi Wilayah dan dilakukan dengan menggunakan standard operasional Gugus Tugas.

“Dilakukan dengan hati – hati agar tidak menimbulkan kepanikan bagi masyarakat,” ucap Dedie.

Dedie pun berharap dengan terkonfirmasinya satu orang positif Covid-19 bukan pertanda adanya cluster – cluster baru penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

(Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Komentar Terbaru

    Trending