Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Webinar Bulan Bung Karno 2020 : DPC PDIP Kab.Cirebon Mengundang Narasumber DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas

2 min read

(Doc. Jarrakposjabar)

Cirebon, JarrakposJabar.com — Sabtu, (27/06/2020), Memperingati bulan Bung Karno, DPC PDIP Kab. Cirebon mengadakan acara webinar via aplikasi zoom dengan tema “Soekarno, Perjuangan dan karya besarnya” dengan keynote Speaker, Ketua DPC PDIP Kab. Cirebon Drs. H. Imron Rosadi. M. Ag dan narasumber DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH. Dosen Hukum Tata Negara. Fakultas Hukum Universitas Andalas.

Acara tersebut di minati oleh para wartawan, PAC PDIP, Badan Partai, Sayap Partai dan berbagai kalangan akademisi.

(Doc. Jarrakposjabar)

Sebagai Keynote Speaker Imron menyampaikan ide-ide dan pemikirannya tentang Bung Karno.

Bahwa Bung Karno mempunyai sejarah perjuangan panjang di republik ini, hingga beliau mempunyai karya besar berupa Pancasila yang di gali dari nilai-nilai Budi pekerti luhur yang ada di Indonesia, kemudian dirangkum menjadi Pancasila sebagai falsafah hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dapat mempersatukan seluruh perbedaan warna kulit, suku, agama, budaya.

“Karya besar berupa Pancasila ini bisa dijadikan pedoman hidup dalam berbangsa, melalui tindakan yang nyata, seperti saling menghormati, yang diwujudkan dengan toleransi, gotong royong tanpa harus melihat latar belakang golongan,” pungkasnya .

Sementara itu DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH sebagai Nara sumber memandang, karya besar Bung Karno adalah Pancasila yang disampaikan di hadapan BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

DR. Dian berpandangan, “Pancasila 1 Juni 1945 yang disampaikan oleh Bung Karno merupakan uraian ide dan gagasan besar yang beliau gali dari kekayaan yang terpendam yang ada di tanah air.” tuturnya.

(Doc. Jarrakposjabar)

Setelah pidato Bung Karno tentang Pancasila, dihadapan BPUPKI, kemudian hasilnya dirangkum menjadi Pancasila piagam Jakarta, pada sila ketuhanan dan kewajiban menjalankan syari’at bagi pemeluknya, yang menuai pro dan kontra, yang kemudian piagam Jakarta di ubah menjadi ketuhanan yang Maha Esa.

Secara akademik pidato Bung Karno dalam menyampaikan gagasan besar Pancasila kepada BPUPKI adalah konsep lima sila yang kita kenal dengan Pancasila 1 Juni 1945.

Bung Karno pun menawarkan kepada sidang BPUPKI, jika lima sila tersebut terlalu banyak bisa kita peras menjadi tiga atau Trisila, jika tiga juga terl alu banyak bisa kita peras lagi menjadi satu, atau Ekasila (gotong royong).

Pidato ini menurut Dosen Universitas Andalas DR. Dian Bakti Setiawan. SH. MH yang akrab di sapa DR. Dian, adalah sekedar menawarkan selera kepada BPUPKI, agar BPUPKI bisa memilih mana yang dianggap tepat untuk Bangsa ini, bukan berarti lantas Bung Karno mau memeras, sebab gagasan besar tersebut sudah di sampaikan oleh Bung Karno dalam pidatonya, agar BPUPKI nanti bisa merumuskan menjadi Pancasila yang
disepakati,” bebernya.

(Doc. Jarrakposjabar)

“Kena apa yang diperingati ko Pancasila 1 Juni bukan Pancasila 18 Agustus 45, sebab 1 Juni adalah lahirnya ide dan gagasan Pancasila, dan embrionya Pancasila ada di 1 Juni bukan di 18 Agustus,” pungkas DR. Dian.

 

Penulis : Hadi

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *