Sab. Okt 24th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Rutan Kelas 1 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan Dalam Menerima Tahanan Baru

2 min read

Rumah Tahanan Kelas 1 Badung (doc.tagar.id)

Bandung – jarrakposjabar.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Bandung dalam era New Normal akan menerima tahanan baru dengan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19.

Dikutip dari detik.com, Kepala Rutan Kelas 1 Bandung, Riko Stiven menerangkan bahwa sudah menerima surat edaran mengenai penerimaan tahanan baru.

Foto : Kepala Rutan Kelas 1 Bandung, Riko Stiven (doc.detik.com)

“Sudah menerima edaran penerimaan tahanan baru tapi yang sudah A3 atau tahanan pengadilan,” ungkap Riko Stiven, Selasa (23/06/2020)

Meskipun Rutan Kelas 1 Bandung menerima tahanan baru, menurut Karutan, penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 diberlakukan. Bahkan pelaksanaannya akan lebih ketat dari biasanya.

“Sebelum masuk wajib rapid test. Kalau negatif, boleh masuk, itu berlaku untuk seluruh tahanan Baru” ungkap Riko.

“Begitu masuk pun, tahanan baru akan dilakukan pengecekan oleh tim dokter Rutan Kelas 1 Bandung. Bila dinyatakan negatif, tahanan baru akan diisolasi selama 14 hari”, lanjut Riko.

“Setelah masuk akan melalui masa isolasi, boleh keluar kamar selama 14 hari. Kemusian dilanjutkan masa transisi selama 6 hari. Tim medis Ruan Kelas 1 Bandung akan terus mengawasi, pagi, siang dan malam,” ungkapnya.

Tidak hanya dalam proses penerimaan tahanan baru, protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 di Rutan Kelas 1 Bandung juga diterapkan bagi tahanan lama. Antara lain adalah para tahanan tidak dibolehkan lagi mengunjungi blok lain.

“Olahraga pun ditiadakan. Paling berjemur, itupun jadwalnya kita atur. Jadi tidak bersamaan. Istilahnya kita terapkan lockdown lokal,” katanya.

Dan dalam hal pemberian makanan untuk tahanan pun diterapkan hal yang sama. Biasanya menggunakan tempat khusus, kini pemberian makan untuk para tahanan dan warga binaan menggunakan bungkus nasi yang sekali pakai.

“Kita pakai kertas minyak yang sekali pakai untuk makanan,” pungkas Riko Stiven.(*)

Editor : AjR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *