Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Belum Diresmikan, Jembatan Gantung ini Viral Duluan

2 min read

Kuningan, jarrakposjabar.com – Jembatan gantung ini sedang booming dan viral di berbagai media sosial dan obrolan warung kopi. Pasalnya setelah pengerjaan selesai Maret 2020, belum sempat diresmikan sudah mencuat ke seantaro jagad medsos. Terlebih dalam suasana pandemi Covid 19, lonjakan pengunjung tidak terhindarkan. Senin (22/06/2020) Awak media jarrakposjabar.com melihat langsung ke lokasi.

Jembatan gantung ini sangat strategis penghubung Kelurahan Winduhaji dan Kelurahan Citangtu Kuningan merupakan program TA 2019 dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Direktorat Bina Marga, Kementrian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat RI.

Sekitar 200 m dari parkiran motor, Karang Anyar, Winduhaji, panjang jembatan 120 m ketinggian 80 m  dari dasar sungai Cisanggarung, terdapat 59 pasang kawat baja yang menahan pagar baja menyambungkan atas ke tiang utama. Kini jembatan gantung ini menjadi spot baru, wahana selfie, destinasi hiburan keluarga untuk sekedar lepas penat. Dengan keindahan lokasinya dan miliki suasana view alami nan eksotik.

“Kami ke sini pengen tau aja, sudah lama mau kesini, baru sempat sekarang, “ ujar Agus warga Kec. Darma  saat ditemui di lokasi.

Efek domino adanya jembatan ini sangat besar, memudahkan akses antar 2 desa, khususnya dengan banyak pengunjung kesini, membuat putaran ekonomi cepat. Selama 1 bulan sejak lebaran, hampir ribuan pengunjung yang sudah ke tkp, mulai dari pejabat, karyawan, serta masyarakat dari dalam kota dan luar Kuningan.

Tidak dikenakan tarif masuk ke lokasi ini alias gratis, sementara pengelolaan area jembatan ini dipegang oleh Karang Taruna Kampung Anyar Kelurahan Winduhaji dan linmas. Keberadaan Karang Taruna sangat membantu wisatawan domestik ketika di lokasi, pengelola selalu mengarahkan pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan. Mereka pun rutin melaporkan kepada petugas terkait bila ada sambungan/bagian dari jembatan yg kendor untuk diperbaiki.

“Adanya jembatan gantung ini, bagi kami suatu pembelajaran untuk mengatur, dan membantu pengunjung kesini, jadwal piket parkiran dibagi tiap shift. Tak lupa menghimbau ke pengunjung pake masker, kalo ga bawa kita siapkan disini,.” Ujar Toriq (24), Ketua GEMPAR (Gerakan Pemuda Karang Anyar).

“Jembatan ini baru selesai belum lama, belum ada peresmian dari pemda, mengantisipasi penumpukan pengunjung, dibatasi  dan diatur waktunya untuk naik ke jembatan. Maksimal 15-20 orang dan waktnya 10 menit, bergantian. “ tambah Toriq. (AS)

Editor : LIe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *