Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Pemerintah Kota Bandung Akan Terus Mengawasi Mall dan Pusat Perbelanjaan

2 min read

Foto : Walikota & Sekda Kota Bandung Memeriksa Mall di Kota Bandung (doc. humas.bandung.go.id)

Bandung — jarrakposjabar.com — Walikota Bandung, Oded M. Danial didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna melakukan monitoring penyelenggaraan protokol kesehatan oleh pengelolaan mall dan pusat perbelanjan Kings Shopping Center dan Yogya Kepatihan, Senin (15/6/2020). Hari ini, untuk pertama kalinya mall dan pusat peberlenjaaan dibuka setelah sebelumnya ditutup terkait PSBB.

Foto : Walikota & Sekda Kota Bandung Memeriksa Mall di Kota Bandung
(doc. humas.bandung.go.id)

Agar berjalan disiplin, Pemkot Bandung akan menurunkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengawasinya. “ASN sudah disebar untuk membantu pengawasannya,” tegas Wali Kota Bandung, Oded M. Danial didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.

Walikota dan Sekda meninjau langsung sejumlah mall dan pusat perbelanjaan untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan sesuai aturan. Saat peninjauan, para karyawan telah mengenakan masker, sarung tangan, face shield, dan menjaga jarak.

Foto : Walikota & Sekda Kota Bandung Memeriksa Mall di Kota Bandung
(doc. humas.bandung.go.id)

Dilansir dari humas.bandung.go.id, Walikota juga memastikan jumlah pengunjung tidak melebihi 30% dari kapasitas gedung. “Hari pertama mall di Kota Bandung mulai dibuka. Tetap pada posisi 30% (dari kapasitas). Kita datang ke sini untuk memastikan dan melihat bahwa mereka (manajemen mall) ini betul memperhatikan aspek protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia menegaskan, para pengelola mall harus terus memperharikan protokol kesehatan. Protokol kesehatan merupakan tanggung jawab pengelola. Ia pun mengingatkan agar para pengelola harus mematuhi jam operasional pusat perbelanjaan.

“Dibuka itu dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Itu harus ditaati,” pintanya.

Wali kota menegaskan, tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada mall dan pusat perbelanjaan yang melanggar aturan, ia meminta seluruh pemilik gerai dan manajemen untuk saling mengingatkan mengikuti aturan dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Foto : Walikota & Sekda Kota Bandung Memeriksa Mall di Kota Bandung
(doc. humas.bandung.go.id)

“Jika lalai menerapkan protokol kesehatan itu, ‘hampura’ ku mang oded ditutup,” tegasnya.

Sementara itu, General Affair Kings Shopping Center, Yoel Malikha menyampaikan, belum semua gerai buka. “Memang masih terhitung landai. Untuk ‘tenant’ masih bertahap. Lebih baik tutup dulu jika memang protokol kesehatannya belum siap,” akunya.

Ia mengungkapkan, dari 300 gerai, kurang dari 50 persen yang kembali buka. Di Kings Shopping Center memiliki sekitar 30 personel yang melakukan pengawasan.

(doc. humas.bandung.go.id)

“Total yang buka hari ini 120 gerai dari 300 gerai. Untuk pengawasannya kita bentuk tim gugus harian. Termasuk petugas harian seperti Babinsa dengan Polsek setempat. Tugasnya mengontrol tiap hari,” akunya.

Dengan kapasitas pengunjung sekitar 40.000 orang pada akhir pekan dan 20.000 orang pada hari biasa, ia pastikan pembatasan pengunjung telah siap. Ada alat sensor yang menjadi patokan untuk menghitung jumlah pengunjung.

“Mekanisme pembatasan itu memasang alat sensor. Kapasitas weekday itu 20.000 dan weekend 40.000 termasuk pegawai juga,” ungkapnya.(red)
Sumber : humas.bandung.go.id
Editor : AJR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *