BeritaDaerah

Khotman Idris Desak Jaksa Agung Usut Tuntas Kasus Robohnya Atap dan Plafon Gedung KONI Kabupaten Bogor

Bogor, JarrakposJabar.Com — Sabtu (13/06/2020),¬†Gedung KONI yang berada di lingkungan Stadion Pakansari Kabupaten Bogor yang belum genap 2 tahun berdiri kamis malam lalu (11/06) roboh dan hancur berantakan pada bagian atap dan plafon gedung.

Atas kejadian tersebut, masyarakat geram dikarenakan bangunan yang menelan biaya pembangunan hingga 19 milyar tersebut diduga berkualitas jelek dan dibangun oleh pihak pemborong dengan kualitas rapuh dan asal jadi sehingga merugikan uang negara.

Bupati Ade Yasin yang prihatin atas kejadian tersebut menjelaskan, selain gedung KONI ada dua bangunan yang dibangun dimasa pemerintahan sebelumnya yaitu bangunan Masjid Baitul Faizin dan bangunan Setda Kabupaten Bogor yang dinilai berkualitas jelek.

Rehabilitasi bangunan Masjid Baitul Faizin sendiri yang berlokasi dikomplek Pemkab Bogor tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar 30 milyar, namun hasilnya mengecewakan.

Foto : Bangunan atap gedung KONI yang Ambruk (Doc. Jarrakposjabar)

Bangunan – bangunan dengan kualitas jelek tersebut disinyalir ulah oknum – oknum pemborong yang melakukan kecurangan dalam proses pembangunan.

Dalam hal ini, Khotman Idris dari DPP LSM Pengembangan Aspirasi Masyarakat mendesak Jaksa Agung ST Baharuddin untuk mengusut tuntas dengan menerjunkan satgas intelnya terhadap dugaan kecurangan dari oknum – oknum pemborong bangunan tersebut termasuk gedung KONI yang kini telah hancur berantakan.

Khotman pun meminta agar Jaksa Agung mengusut dan membongkar kasus dugaan kecurangan atas proyek pembangunan lainnya di Kabupaten Bogor yang berkualitas jelek.

Foto : Khotman Idris Ketua DPP LSM PARA (Doc. Jarrakposjabar)

“Kejaksaan Agung harus mengambil alih pengusutan, KPK tidak usah turun, hanya monitor saja” ujar Khotman yang juga menjabat Ketua Internal DPP Ormas Garda Bela Negara Nasional.

Menanggapi adanya keterangan Humas Dispora Kab Bogor Dr.H.Mahpud bahwa tidak ada masalah karena bangunan KONI masih dapat digunakan, Khotman menegaskan jika urusannya tidak sesederhana itu.

“Harus diusut tuntas sebab dari robohnya bangunan tersebut dan jika terdapat kecurangan pihak terkait harus berurusan dengan hukum,” tegas Khotman.

Sebelumnya, jum’at pagi (12/06) masyarakat Kabupaten Bogor dibuat geger setelah malam harinya gedung KONI yang berlokasi di lingkungan Stadion Pakansari roboh dan hancur berantakan pada bagian atap dan plafon gedung. Hal tersebut menunjukan rapuhnya kualitas bangunan yang diduga dibangun asal jadi dikarenakan ada faktor anggaran yang tidak beres, sehingga perlu diusut dan diaudit kembali oleh tim audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close