Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Tuntutan Mundur Kepada Salah Satu Anggota Fraksi DPRD Kab. Cirebon oleh Kuwu Berujung Pelanggaran Social Distancing

2 min read

Cirebon, JarrakposJabar.Com — Senin (8/6/2020), Ratusan Kuwu (Kepala Desa) mendatangi Gedung DPRD Kab. Cirebon meminta klarifikasi atas pernyataan dari anggota DPRD Aan Setiawan, atas pernyataannya dalam acara talk show di salah satu stasiun TV lokal.

Dalam talk show Aan mengatakan,” Kadang Kuwu intervensi kepada pengurus pusat kesejahteraan sosial (PUSKESOS) dalam menentukan orang-orang yang akan di beri bantuan sosial (bansos) covid-19 dari pemerintah.

Pernyataan tersebut oleh ratusan Kuwu dianggap menyudutkan para Kuwu, sehingga mereka meminta klarifikasi kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Cirebon.

Atas permintaan Kuwu, Ketua DPRD Luthfi mempersilahkan 10 orang perwakilan Kuwu untuk menyampaikan tuntutan klarifkasinya kepada DPRD.

Tak terima atas pernyataan anggota DPRD Aan Setiawan, di salah satu stasiun TV lokal, Aan dituntut untuk meminta maaf.

Disaat Aan hendak menyampaikan permintaan maaf, terdengar riuh teriakan Aan harus mundur, dan sebagian Kuwu yang masih brada diluar Gedung kemudian merangsak masuk menjebol barisan keamanan penjaga pintu masuk Gedung DPRD, tak ayal di dalam Gedung tidak ada lagi orang yang mengikuti anjuran protokoler kesehatan penanganan covid-19.

Setelah penyampaian maaf oleh Aan yang berlangsung hanya beberapa menit, Aan segera di amankan lewat pintu belakang oleh kolegannya, mengingat suasananya sudah tidak bisa di ajak kompromi.

Setelah menyampaikan uneg-unegnya di dalam Gedung, para Kuwu keluar Gedung dengan teriakan yel-yel Aan harus mundur.

Sementara itu, Rini Kuwu Desa Lemahabang mengatakan, “Atas pernyataan Aan banyak Kuwu yang tidak terima, sebab merasa di pojokan dengan pernyataan tersebut, sehingga dirinya meminta, sebaiknya Aan di kenai sanksi dan di proses secara hukum karena telah memfitnah dan mencemarkan nama baik para Kuwu,” ujarnya. Senin 8/6/20.

Menanggapi tuntutan ratusan Kuwu, Ketua DPRD Luthfi mengatakan,”Hari ini Kami akan mengadakan sidang pertama, namun Luthfi belum bisa menentukan,” sanksi apa yang harus diberikan, mengingat semua ada aturannya,” terangnya.

Sementara itu, Ridwan warga sumber yang berada ditempat kejadian menyesalkan sikap para pemimpin rakyat yang berdesak-desakan di dalam gedung yang bisa menularkan covid-19, mengingat masih berlakunya anjuran sosial distancing akibat pandemic Corona, yang belum usai.

Jika dikemudian hari ada penambahan covid-19 di Kab. Cirebon akibat berdesak-desakan di dalam Gedung DPRD, Ketua DPRD harus bertanggung jawab, sebab tidak bisa mengendalikan para pendemo, yang awalnya diperbolehkan 10 orang tiba-tiba bisa masuk semua, sehingga menimbulkan pelanggaran protokoler terhadap penanganan civid-19,”ujarnya.

Menurut Ridwan,”Ketua DPRD jangan hanya bisa mengajak rakyat patuh terhadap anjuran pemerintah, tapi justru mereka mempertontonkan dan mengajarkan kepada rakyat untuk tidak patuh,” pungkasnya.

 

Pewarta : Hadi

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *