BeritaDaerah

100 Pedagang Pasar Antri Menjalani Tes Swab, Usai Temuan 2 Orang Kasus Positif Covid-19

Bandung, JarrakposJabar.Com — Sebanyak 100 pedagang Pasar Antri, menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes swab  Corona Virus Disease (Covid-19) di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Rabu (27/5/2020).

Pelaksanaan tes swab tersebut sebagai tindaklanjut dari temuan kasus dua pedagang di Pasar Antri Cimahi yang positif terpapar Covid-19 hasil swab test yang dilakukan pada pekan lalu.

“Jadi hari ini menjadi tindak lanjut dengan ditemukannya dua pedagang Pasar Antri yang terkonfirmasi Covid-19. Kami lakukan tes lagi untuk pedagang yang dirasa kontak erat terhadap dua pedagang tadi,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini.

Hasil tes swab itu, kata dia, akan langsung diserahkan ke Labkesda dan diupayakan selesai secepat mungkin agar penyebaran Covid-19 bisa dipetakan dan segera ditangani.

“Kita upayakan hasilnya bisa segera keluar. Sambil menunggu hasil keluar pedagang juga diisolasi mandiri dulu,” katanya.

Dari 100 pedagang yang dites dengan metode metode Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut, 50 orang merupakan penjual di blok bawah sedangkan sisanya dari blok atas.

Selain di pasar, Rini menyebut Dinkes Kota Cimahi juga melakukan pelacakan terhadap rumah pedagang yang dinyatakan positif. Pengujian 30 sampel dari mereka yang berkontak erat dengan pedagang itu kemudian dilakukan di Puskesmas.

“Jadi total hari ini dari tindak lanjut Pasar Antri itu sampel swab test yang kita laksanakan kurang lebih 130 orang,” katanya.

Dua pedagang Pasar Antri sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan dua lokasi pemeriksaan berbeda. Pertama, wanita 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, menjalani pemeriksaan swab di Pasar Antri pada 15 Mei 2020 dengan sasaran 58 pedagang.

Dari pemeriksaan swab menggunakan metode PCR itu, keluar hasil tes pada 23 Mei 2020. Salah satu hasil tes menunjukkan seorang pedagang positif Covid-19.

Sedangkan seorang pedagang positif lainnya merupakan pedagang di Pasar Antri yang berdomisili di Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Pria tersebut mengikuti tes swab yang dilaksanakan Pemkab Bandung Barat setelah mendaftar di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).

Kendati demikian, Dia mengatakan masih terlalu dini menyebut Pasar Antri menjadi klaster penyebaran Covid-19 karena masih perlu diinvestigasi sumber penyebarannya dan siapa saja yang terpapar.

“Sejauh ini yang positif baru dua orang dan kita masih investigasi sumbernya darimana. Jadi terlalu dini menyebut klaster Pasar Antri,” ucapnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan melakukan rapid test untuk 600 pedagang, kemudian jika hasilnya menunjukan reaktif akan dilanjutkan dengan tes swab.

Hingga saat ini, Pasar Antri Cimahi ditutup sementara dan akan berakhir pada 6 Juni mendatang.

 

Editor : Lle

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close