BeritaJasmani dan Rohani

Jihad Besar Mendisiplinkan Hawa Nafsu Adalah : Cara Mempertahankan Gelar Takwa Ramadhan

Cirebon, JarrakposJabar.com -Sisa puasa Ramadhan tinggal beberapa hari kedepan, artinya sisa tempaan diri untuk menjadi beriman dan bertakwa yang disiplin dalam mengendalikan hawa nafsunya, sebentar lagi selesai yang diharapkan kita benar-benar menjadi orang-orang yang bertakwa, sebagaimana yang di maksud di dalam Surat Al- Qur’an di bawah ini:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Namun selesainya puasa bulan suci ramadhan menjadi Fitri (suci) yang kemudian mendapatkan gelar takwa, bukan berarti selesai dalam menjalani disiplin menjaga hawa nafsunya, sebab masih ada pertempuran dahsyat melawan hawa nafsu berikutnya di luar ramadhan, yang justru kita harus lebih disiplin sebagai sarana jihad besar di jalan Allah, sebab jika tidak disiplin dihawatirkan kita bergelimang dosa kembali yang sulit untuk dibenahi, karena Nafsu selalu mendorong kita untuk melakukan kejahatan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Yusuf 12: Ayat 53)

Nafsu yang dirahmati, yang dimaksud ayat tersebut adalah keinginan-keinginan yang selalu mengajak kepada kebaikan yang di kerjakan karena Allah

Jika kita tidak mau disiplin dalam mengendalikan hawa nafsu, maka yang muncul adalah keinginan-keinginan (hawa nafsu) yang mengajak kepada kejahatan yang bisa berdampak buruk, sehingga gelar takwa yang didapat dari Allah di hawatirkan dicabut, karena kita telah bergelimang dosa kembali.

Inilah pentingnya mendisiplinkan hawa nafsu agar kita tidak mudah di kendalikan oleh iblis melalui bala tentaranya dalam bentuk jin dan manusia (setan) yang membisikan mengajak kita kepada kejahatan.

Kita harus jihad dengan sungguh-sungguh menahan hawa nafsu, sehingga kita bisa berbuat jujur dan adil kepada siapapun karena Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ بِا لْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ ۗ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَا للّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَا ۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰۤى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ وَاِ نْ تَلْوٗۤا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ كَا نَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 135)

Jika kita mau disiplin yang di awali dari disiplin berpikir positif, disiplin berbicara kebenaran, disiplin bertindak sesuai ketentuan hukum Tuhan, maka kita akan mampu menutup celah-celah iblis yang akan masuk melalui bisikannya kedalam telinga, kemudian merasuk ke dalam akal dan masuk ke dalam rongga dada (hati) yang akan mempengaruhi nafsu kita menjadi nafsu yang negatif (jahat) yang cenderung mengikuti langkah-langkah setan.

Fitri yang mengandung makna suci, suci yang dimaksud adalah suci dari najis batin yang disebabkan selama satu bulan dibersihkan dengan cara tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan dosa, sehingga hatinya suci dari najis batin dan kemudian mendapatkan gelar takwa dari Allah

Dengan bersih atau suci dari najis batin, maka kita bisa menjaga diri kita dari segala perbuatan keji dan munkar dalam rangka mempertahankan gelar takwa.

Keji dan munkar jika dibiarkan bisa membawa bencana bagi tiap-tiap diri manusia, sebab meluapkan hawa nafsu setan yang sudah liar tanpa kendali yang bisa berujung kepada kebinasaan di dunia dan di akhirat.

Kutipan ayat dibawah ini adalah contoh hawa nafsu yang sudah tidak bisa di kendalikan, disebabkan di dalam hatinya ada najis batin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَـتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَ صْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Maka, nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi (celaka di akhirat).”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 30)

Kisah Qobil putra dari Nabi Adam dan Hawa yang membunuh saudaranya bernama Habil, adalah pelajaran bagi manusia, agar kejadian yang sama tidak terjadi di kemudian hari.

Seandainya pada saat itu Qabil mampuh berjihad menahan hawa nafsunya, pembunuhan terhadap saudaranya tidak akan terjadi

Oleh sebab hawa nafsu Qabil telah dijadikan tuhan, maka Qabil menuruti dorongan hawa nafsunya ketimbang taat menuruti printah Allah Tuhan YME.

Inilah seklumit tulisan tentang tujuan berpuasa agar kita mampuh mendisiplinkan hawa nafsu yang tadinya tidak tertib dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, dengan ditempa oleh puasa, kita bisa tertib disiplin dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang berdampak luas kepada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan cara ini insya Allah kita bisa mempertahankan masa iman dan takwa hasil dari puasa di bulan suci ramadhan, hingga datang hari kematiannya, dan meninggal dunia dalam keadaan husnul Khotimah (lurus kepada Allah)

Semoga tulisan ini dapat menambah inspirasi bagi pembacanya dalam memaknai arti puasa yang hak. Semoga bermanfaat. Wasalam.

Penulis : Hadi

Wartawan JarrakposJabar.com, kontributor Cirebon

Editor : IS

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
%d blogger menyukai ini: