BeritaJasmani dan Rohani

Islam Adalah Agama Tauhid, Yaitu Agama Yang Meng Esakan Allah. Meng Esakan Artinya Tidak Menduakan Allah Dengan Sesuatu Apapun

Cirebon, JarrakposJabar.Com — Islam adalah agama tauhid, yaitu agama yang meng Esakan Allah. Meng Esakan artinya tidak menduakan Allah dengan sesuatu apapun.

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً ۖ وَّاَنَاۡ رَبُّكُمْ فَا عْبُدُوْنِ
“Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku (Allah) adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 92)

وَ جَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَا قِيَةً فِيْ عَقِبِهٖ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu) .”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 28)

Dalam beragama biasanya manusia terbagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan Muslimin (muslim) atau Islam. Golongan musrikin (musrik), dan golongan kafirin (kafir).

Orang yang percaya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dan dalam kesehariannya tidak menserikatkan Allah dengan yang lain di sebut golongan Muslim (Islam).

Orang yang percaya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, kemudian dalam kesehariannya menserikatkan Allah dengan yang lain di sebut golongan musrikin (musrik).

Orang yang tidak percaya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa disebut golongan kafirin (kafir).

Dalam hal ini, “Satu orang tidak bisa menyandang dua predikat, misal, “Islam yang musrik atau Islam yang kafir. Sebab secara garis besar ke tiga golongan tersebut pekerjaannya berbeda-beda, Islam ya Islam, musrik ya musrik, kafir ya kafir.

Beragama harus dibekali dengan ilmu, sebab jika tidak dibekali ilmu, seringkali kita terjebak oleh dua penyembahan, yaitu, menyembah mahluk Tuhan dan menyembah hawa nafsu, dari dua kelompok penyembahan tersebut tidak termasuk orang-orang yang meng Esakan Allah, sebab keduanya telah menduakan Allah dengan sesuatu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَ اللّٰهُ لَا تَـتَّخِذُوْۤا اِلٰهَيْنِ اثْنَيْنِ ۚ اِنَّمَا هُوَ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَاِ يَّايَ فَا رْهَبُوْنِ
“Dan Allah berfirman, Janganlah kamu menyembah dua Tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 51)

Kelompok penyembah mahluk biasanya menggunakan cara-cara animisme yang bersumber dari mitos dan persangkaan-persangkaan yang tidak bersumber dari kitab suci yang berasal dari Tuhan. Dan kelompok ini justru lebih toleran karena keberadaan seperti ini sudah ada sejak nenek moyangnya, sehingga masyarakatnya sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.

Kelompok penyembah hawa nafsu biasanya, mereka membaca kitab, tapi tidak tau arti dan isinya, sehingga menimbulkan fanatisme buta, yang kadang hilang nilai-nilai toleransinya kepada sesama mahluk Tuhan, sebab pola pikirnya sempit, tidak seluas cakrawala alam semesta dan ilmu Allah yang tercantum di dalam kitab wahyu-Nya, sehingga mudah tersinggung dan mudah emosi tanpa mau jadi pemaaf dan pemaklum.

Dalam beragama biasanya ada tiga tujuan, yaitu, mengenal Tuhannya untuk di sembah.

Mengenal isi kitab petunjuk-Nya untuk di ikuti sebagai tuntunan, sekaligus pedoman hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Menuju perjumpaan dengan Allah, Rasul dan orang-orang beriman dan beramal soleh di alam baqa (surga).

Mengenal Tuhan itu sangat penting, agar kita bisa fokus mengabdi sesuai tuntunan-Nya, tanpa menserikatkan Tuhan dengan yang lain, sebab Dia Esa, Esa artinya tunggal atau tidak ada yang setara dengan Dia, sehingga tidak ada yang hak untuk di sembah kecuali Dia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ لٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّا حِدٌ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
“Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 163)

هٰذَا بَلٰغٌ لِّـلنَّا سِ وَلِيُنْذَرُوْا بِهٖ وَلِيَـعْلَمُوْۤا اَنَّمَا هُوَ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ وَّلِيَذَّكَّرَ اُولُوا الْا َلْبَا بِ
“Dan (Al-Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 52)

Mengenal kitabnya juga sangat penting, sebab kitab-Nya biasanya berisi Wahyu-wahyu Tuhannya sebagai wejangan atau tuntunan dalam menjalani kehidupan agar sesuai dengan tuntunan-Nya, sehingga hidup yang kita jalani selalu sejalan dengan jalan Allah, dan tidak berseberangan dengan hukum-hukum-Nya.

Jika kita berseberangan dengan hukum Allah, maka akan menghasilkan banyak dosa.

Apa itu dosa,” dosa adalah perbuatan melawan hukum Allah yang akan berdampak kepada dirinya masing-masing pada saat di hisab di Yaumil akhir (kiamat) kelak.

Tulisan ini bertujuan untuk berbagi ilmu kepada yang membutuhkan, agar dalam menghamba kepada Allah tidak kebingungan.

Semoga bermanfaat. Wassalam

 

Penulis : Hadi

Wartawan JarrakposJabar.com, kontributor Cirebon.

Editor : IS

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close