BeritaDaerahNasional

MANUSIA DICIPTA OLEH ALLAH SWT DARI SARIPATI TANAH DENGAN PROSES DAUR ULANG, BUMI SEBAGAI MESIN DAUR ULANGNYA.

JarrakposJabar.com | Hadi. S

JarrakposJabar.com- Manusia dicipta oleh Allah SWT dari saripati tanah yang diserap oleh akar-akaran dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan untuk memenuhi segala kebutuhan mahluk-Nya.

 

Setelah saripati tanah diserap oleh akar tumbuh-tumbuhan kemudian jadilah sayur-mayur, biji-bijian, buah-buahan yang dikonsumsi oleh manusia, baik pria maupun wanita.

 

Makanan yang bersumber dari saripati tanah tersebut diproses oleh sistem fermentasi didalam tubuh manusia tersebut, kemudian menjadi sel sperma pria dan sel indung telur wanita.

 

Kedua sel seperma pria dan sel indung telur wanita tersebut bertemu dalam sebuah perkawinan, dan kedua sel tersebut menyatu membentuk zigot, dan zigot tersebut membelah diri menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi enambelas dan seterusnya yang kemudian membesar menjadi janin bayi, sebagaimana di kutip dari ayat suci Al-Qur’an berikut ini :

 

QS 23 : 12 : “Dan sungguh, Kami (Allah) telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.”

 

QS 23 : 14 : “Kemudian, air mani itu Kami (Allah) jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik.”

 

QS 38 : 72 : Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan ruh-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”

 

Setelah sempurna kejadiannya lalu Allah meniupkan ruh-Nya yang membentuk pis wajahnya serupa dengan wajah Bayi tersebut, dan kemudian lahir menjadi dewasa.

 

Setelah dewasa, sampailah kepada ajal kematiannya, mati adalah terpisahnya jasad (jasmani) dan ruh ( Ruhani). Jasmaninya di kubur dan hancur kembali kepada asal muasalnya yaitu unsur unsur saripati tanah (zat hara) kemudian diserap lagi oleh tumbuh-tumbuhan dengan proses yang sama akan menjadi seperma dan indung telur wani, bertemu dalam perkawinan jadilah manusia kembali dengan wajah yang tidak serupa antara satu dengan yang lainnya. Nama orangnya pun berbeda-beda.

 

Inilah proses Allah mencipta manusia melalui proses daur ulang di bumi. Bumi ini ibarat pabrik daur ulang untuk mencipta manusia dengan bahan baku yang berasal dari saripati tanah yang kemudian membentuk manusia.

 

Kemudian ruhani-ruhani manusia yang sudah terpisah dari jasmaninya kembali ke asalnya, yaitu menghadap Allah dengan membawa rekaman berupa data-data memori yang diperoleh dari jasmani yang merekam segala amal perbuatan yang baik dan yang buruknya yang akan disetel ulang oleh otak ruhani dihadapan Allah SWT.

 

Otak ruhani itu di ibaratkan VCD yang bisa memutar ulang segala perilaku diri kita di saat hidup di dunia untuk dipertanggung jawabkan dihadapan pengadilan Allah SWT.

 

Disinilah manusia tidak akan bisa mengelak dari segala perbuatan yang telah diperbuatnya, sebab file memory kita tadi di setel ulang oleh otak ruhani yang memang mempunyai sifat jujur seperti malaikat yang tidak mau berbohong.

 

Di dalam pengadilan tersebut kita akan dinilai oleh Allah, lebih banyak amal keburukannya atau lebih banyak amal baiknya. Jika ternyata banyak amal buruknya, maka akan di karantina di dalam azab yang pedih di alam barzah. Jika lebih banyak amal solehnya, maka akan masuk di karantina tempat yang nikmat di alam barzah sambil menunggu hari terjadinya kiamat.

 

Jika kiamat terjadi,” maka alam fana, alam jin, alam nirwana, alam barzah tersebut dihancurkan sehancur-hancurnya menjadi lenyap atau fana, dan ruhani-ruhani yang tadinya masuk ke azab alam barzah dipindahkan ke dalam Padang mahsyar, disitu ada pemisahan antara yang bakal masuk surga dan yang akan masuk ke dalam api neraka.

 

Sedangkan yang tadinya pindahan dari azab alam barzah di pindahkan ke dalam api neraka, dan yang tadinya masuk nikmat alam barzah dipindahkan ke dalam surga, keduanya kekal didalamnya.

 

Surga dan neraka bertempat di ruang alam baqa. Baqa artinya kekal, kekal artinya tidak mengalami kiamat, tidak berubah-ubah atau tidak berpindah pindah.

 

Inilah tausyiah untuk menambah wawasan, sebab agama Islam dan kitab sucinya Al-Qur’an tidak bisa dipisahkan dari scientia (sains) sebab Allah-lah yang menciptakan sains ilmu pengetahuan alam dengan sangat rinci, sistematis, matematis dan logika bagi para platuisme (ahli pikir) sains.

 

Dan semoga menambah semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa untuk menenangkan hati dalam menghadapi pandemic Covid-19. Semoga bermanfaat. Wassalam.

 

Penulis : Hadi. S

 

Wartawan JarrakposJabar.com, kontributor Cirebon

 

Editor : IS

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close