BeritaDaerah

Puasa Adalah Perintah Allah SWT Agar Kita Mendisiplinkan Hawa Nafsu, Sehingga Terbentuk Akhlak Penghuni Surga Yang Beriman Dan Bertakwa

01 Mei 2020 | Hadi. S.

JarrakposJabar.com – Di dalam tubuh manusia terdapat aliran listrik yang bersumber dari energi makanan, jika tidak di kelola dengan baik, akan muncul dorongan energi negatif yang akan mendorong manusia untuk berbuat keji dan munkar yang di timbulkan oleh menuruti hawa nafsu.

Puasa adalah mengurangi makan dan minum dengan tujuan untuk mengurangi pasokan energi negatif, sehingga yang muncul adalah energi positif yang mengajak manusia menjadi disiplin berfikir, disiplin berbicara, disiplin bertindak sesuai dengan setandar kebenaran Al-Qur’an.

Dengan puasa itu artinya bahwa, seseorang telah mendapatkan pengurangan pasokan energi negatif, sehingga yang muncul pada diri tiap-tiap individu manusia adalah energi positif yang selalu mengajak manusia berjalan pada jalan kebenaran sesuai dengan yang di tetapkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

Puasa adalah cara kita untuk mendisiplinkan hawa nafsu agar hawa nafsu kita bisa terkendali untuk mengikuti jalan Allah, agar kita bisa menyesuaikan diri dengan ahlak para calon penghuni surga, sehingga sejak dini kita sudah melatih diri beradaptasi dengan kondisi ahlak para ahli surga.

Surga adalah tempat bagi orang-beriman dan bertakwa, sehingga orang-orang beriman diwajibkan untuk berpuasa agar menjadi orang-orang yang bertakwa, sesuai kutipan dari ayat Al-Qur’an di bawah ini.

QS Al-Bakarah ayat 183 : “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Jadi jelas sudah, tujuan kita berpuasa adalah agar kita menjadi orang beriman yang bertakwa.

Untuk mencapai takwa ,tentu kita harus mengurangi pasokan energi listrik dalam tubuh kita yang bermuatan negatif, sehingga yang muncul adalah energi positif.

Dengan demikian, secara perlahan di dalam jiwa kita akan terbentuk akhlak Mulya yang disukai oleh Allah, yaitu ” tidak pemarah, tidak pendendam, tidak pembenci, tidak iri, tidak dengki, tidak syirik, tidak serakah, tidak rakus, tidak korup, tidak semena-mena.

Efek energi positif yang menguasai diri kita akan mendorong kita menjadi orang-orang beriman yang pemaaf, pemaklum, bersyukur atas segala karunia Allah yang ada.

Puasa adalah tempaan, ibarat perajurit yang sedang di latih untuk disiplin dalam berperang.

Perang disini adalah perang melawan hawa nafsunya sendiri agar kita bisa disiplin dalam menjalani kehidupan di alam yang akan fana ini, sesuai dengan ketentuan hukum Allah.

Kondisi yang sudah disiplin dalam tempaan selama satu bulan ramadhan ini , harus bisa kita pertahankan, agar kita bisa lebih disiplin sampai ketemu bulan suci ramadhan tahun berikutnya, bahkan sampai ajal menjemput, sehingga kita meninggal dunia dalam keadaan bertakwa kepada Allah.

Dengan demikian tujuan puasa kita untuk mencapai takwa, benar-benar bisa tercapai, sesuai dengan yang diharapkan oleh Allah.

Surga adalah cerminan atau gambaran wajah Allah yang sedang suka atau senang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

Neraka adalah cerminan atau gambaran wajah Allah yang sedang murka kepada manusia yang selalu menuruti hawa nafsunya.

Demikianlah sedikit tausiah untuk menyejukkan hati yang sedang penat di tengah-tengah menghadapi ujian dari Allah melalui datangnya Covid 19, semoga bermanfaat. Wassalam.

 

Penulis : Hadi. S.

Wartawan JarrakposJabar.com kontributor Cirebon

Editor : IS

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: