Berita

Penerapan PSBB di Bogor, Depok dan Bekasi

Bogor, JarrakposJabar.Com — Minggu  (12/04/2020), Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/248/2020 oleh Menteri Kesehatan Terawan untuk PSBB Wilayah Jawa Barat, dipastikan beberapa Daerah di Jawa Barat (Bogor,Depok dan Bekasi) akan segera menerapkan PSBB dalam rangka percepatan penanganan pencegahan Covid-19 di 3 daerah tersebut.

Diterbitkannya Surat Keputusan Menkes berdasarkan data penyebaran Covid-19 di tiga daerah di Jawa Barat tersebut sudah sangat signifikan.

Selain tingkat penyebaran yang sangat signifikan, juga terjadi transmisi lokal di wilayah Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Depok, Kab.Bekasi dan Kota Bekasi yang mana daerah tersebut berhubungan langsung dengan DKI Jakarta.

Daerah yang akan diterapkan PSBB sebelumnya melalui pertimbangan kesiapan dari beberapa aspek diantaranya Aspek Sosial dan Ekonomi.

“Berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya, perlu dilaksanakan PSBB di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, guna menekan penyebaran Covid-19 semakin meluas,” tulis Menkes.

Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menkes tersebut, daerah yang disebutkan wajib melaksanakan PSBB sesuai dengan peraturan perundang undangan dan secara konsisten.

Masa inkubasi terpanjang (14 hari), dan dapat diperpanjang jika masih terdapat penambahan kasus Covid-19 di daerah yang menerapkan PSBB. Daerah yang menjalankan PSBB juga harus mendorong serta mensosialisasikan kepada masyarakat pola hidup yang bersih dan sehat.

Dedie Rachim Wakil Walikota Bogor dalam
menanggapi surat keputusan tersebut mengatakan, pihaknya telah rapat koordinasi dengan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat bersama para instansi terkait melalui saluran video conference untuk persiapan penerapan PSBB di Kota Bogor.

Dedie pun menjelaskan telah melakukan koordiansi dengan kepala daerah lain seperti Walikota Depok dan Walikota Bekasi untuk penerapannya.

“Kami juga langsung lakukan koordinasi dengan kepala Daerah lain, seperti Depok dan Bekasi. Ada yang berpendapat penerapannya Rabu (15/4/2020), ada yang berpendapat Kamis (16/4/2020). Tapi intinya dari kami, keinginannya adalah kita mengimplementasikannya secara bersama-sama,” jelas Dedie.

Penerapan PSBB juga perlu waktu untuk mempersiapkan teknis di lapangan dan sejumlah dokumen agar semuanya berjalan dengan baik.

“Jadi nanti ada Perwali tentang PSBB kemudian ada 2 SK terkait dengan data Dinsos, data penerima bantuan sosial dan kemudian satu lagi SK terkait implementasi PSBB itu sendiri”. kata dedie.

Terkait simulasi – simulasi persiapan penerapan PSBB itu sendiri, Dedie telah melakukan koordinasi dengan Forkopimda terutama untuk pelaksanaan alokasi bantuan untuk masyarakat.

“Tentu harus dilakukan persiapan dan koordinasi dengan Forkopimda terkait simulasi-simulasi termasuk penyesuaian turunnya bantuan yang nantinya dialokasikan baik dari pusat maupun provinsi”. ujar dedie.

(Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: