Berita

Rencana Pembayaran THR Hanya Setengah, KSPI Tolak Mentah-Mentah

JarrakposJabar.Com – Jakarta – Kamis (26/03/2020), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta agar Pemerintah dan Pengusaha bekerjasama untuk mengambil satu keputusan yang tepat dan cepat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Perusahaan.

Karena program pencegahan melalui Social Distancing yang digalakan Pemerintah tidak akan efektif jika para buruh masih aktif bekerja.

“Caranya pemerintah segera meliburkan para buruh secara bergilir atau secara ketat menerapkan social dicstancing dikalangan buruh. Sebab selama perusahaan masih berjalan, social distancing tidak akan efekti” jelas iqbal.

Buruh juga dalam bekerja ditengah wabah virus Covid-19 ini harus diberikan Alat Pelindung Diri (APD) dari perusahaan untuk antisipasi dan daya tahan tubuh.

“Yang harus dilakukan adalah memberikan alat pelindung diri (APD) kepada buruh yang masih bekerja. Misalnya berupa masker, hand sanitizer, ruang penyemprotan disinfektan ketika buruh memasuki perusahaan, hingga memberikan tambahan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menegaskan, KSPI menolak keras apabila pengusaha membayar THR sebesar 50% akibat ekonomi sulit karena Covid-19. Apalagi saat ini ada pengusaha yang meliburkan pekerjanya dengan hanya memberi upah sebesar 25%.

Ketika upah buruh tidak dibayar penuh, akibatnya daya beli buruh menurun. Apalagi saat Ramadhan dan lebaran, kebutuhan buruh akan meningkat tajam.

“Karena itu, KSPI meminta pemerintah tidak mengabulkan usulan pengusaha yang ingin memberikan THR hanya 50% dan tidak membayar upah buruh yang diliburkan secara penuh,” tegasnya.

Di lapangan, lanjutnya, ada informasi pekerja di sektor tekstil dan garmen di Jawa Barat yang meliburkan buruhnya dengan hanya membayar sekitar 25%. Di Jawa Tengah, ada buruh yang hanya dibayar 50%. Padahal mereka masih bekerja.

Sedangkan di Jawa Timur, bahkan ada pengusaha yang tidak membayarkan upah buruh yang tidak bekerja karena mengaku tidak lagi memiliki uang.

“Apalagi kalau pemerintah mengabulkan membayar THR sebesar 50%. Maka nasib buruh akan semakin terpuruk, jiwa buruh sudah terancam oleh virus corona karena masih harus tetap bekerja, lalu hak-haknya pun dipotong” kata Iqbal.

KSPI menolak keras jika ada pengusaha yang tidak membayar THR dan upah secara penuh. Bila tindakan sepihak ini tetap dilanjutkan, KSPI bersama buruh Indonesia akan melalukan Protes besar – besaran.(jrrk/wins)

 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close