BeritaDaerah

Pemkot Bogor Susun Kebijakan Larangan Mudik Lebaran 2020

JarrakposJabar.com – Bogor – Rabu  (25/03/2020), Pemerintah Kota Bogor beserta instansi terkait saat ini masih terus menggodok kebijakan pengaturan mudik Lebaran tahun 2020.

Kebijakan yang akan dibuat terdapat di dalamnya pertimbangan larangan mudik Lebaran bagi warga Kota Bogor ke kampung halaman maupun sebaliknya.

Hal ini terkait Kementerian Perhubungan yang sedang menyusun rencana taktis dan menerapkan kebijakan pengaturan Mudik Lebaran tahun ini.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menyusun taktis atau rencana untuk mendukung skenario kebijakan mudik Lebaran tahun ini.

“Kemenhub berencana akan mengambil sejumlah langkah taktis. Di antaranya melarang kendaraan dari wilayah Jabodetabek yang akan menuju wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur,” jelas Jodi, Selasa (24/3/2020) malam.

Jodi menambahkan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri akan tetap melaksanakan Operasi Ketupat. Sementara TNI akan menjaga sejumlah objek vital seperti pintu tol dalam mendukung kebijakan tidak mudik Lebaran tahun 2020.

Meskipun begitu, Jodi menegaskan semua rencana tersebut belum ada keputusan final karena menunggu kondisi penyebaran virus korona atau Covid-19 khususnya di wilayah Jabodetabek.

“Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat termasuk menghadapi puasa dan hari Raya Idul Fitri,” jelas Jodi.

Sebelumnya, Kemenhub juga mengharapkan masyarakat dengan kondisi saat ini untuk tidak melaksanakan mudik Lebaran pada tahun ini guna mencegah penyebaran Covid-29 yang lebih luas.

“Saat ini kami juga aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik, meminimalisir mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Senin (23/3/2020).

Budi menegaskan saat ini semua pihak akan berganti fokus saling bantu-membantu antara pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi penularan Covid-19.

Sebab, dengan adanya mudik maka akan melibatkan arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan dan sangat berpotensi penyebaran Covid-19 yang lebih meluas.

“Ini tentu berbahaya dan beresiko tinggi terhadap penularan Virus Corona Covid-19 ini jika tetap dilakukan,” tutur Budi.(jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close