BeritaDaerah

APD Tidak memadai, Pegawai Puskesmas di Bogor Pakai Jas Hujan Kresek Tangani ODP

JarrakposJabar.Com – Bogor – Rabu (25/03/2020), Keterbatasan sarana APD tidak menyurutkan para tenaga Medis di Puskesmas Leuwi Liang untuk tetap melayani pasien ODP dan PDP Covid-19 di Kecamatan Leuwi Liang Kabupaten Bogor.

Dengan menggunakan Jas Hujan Bahan kresek buat pelindung diri yang harganya 10.000, para tenaga Medis di Puskesmas Leuwi Liang tetap semangat dalam melayani para pasien ODP dan PDP Covid-19.

Dikarenakan di daerah Leuwi Liang tidak adanya Alat Pelindung Diri yang standard, maka mereka terpaksa menggunakan jas hujan dengan bahan kresek tersebut.

Puskesmas Leuwi Liang Kabupaten Bogor saat ini sedang menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 12 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2 orang.

Salah satu petugas Puskesmas Leuwi Liang Atih Djuarsih menjelaskan, 12 ODP dan 2 PDP tersebut rata – rata yang baru pulang dari Arab dan Pegawai di Kementerian.

“Mereka yang ODP dan PDP ada yang baru pulang dari Arab, ada juga yang kontak dengan Dosen di jepang, dan ada yang pegawai Kementerian Perhubungan” ungkap Atih, senin 23/03/2020.

Pihak Puskesmas pun menyeleksi setiap orang yang datang baik untuk berobat maupun pengantar dengan mengharuskan menjalani test suhu dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk kedalam puskesmas.

“Kalau ada keluhan flu dan demam akan kami pisahkan diruang khusus yang sudah disediakan, tapi kalau tidak bisa langsung masuk ke ruang pemeriksaan biasa” jelas Atih.

Atih pun mengakui seharusnya para petugas medis menggunakan APD standard untuk menangani pasien ODP dan PDP Covid-19 ini. namun karena APD standard itu tidak ada di Leuwi Liang maka jas hujan kresek sebagai alternatifnya.

“Kami juga harus safety dalam menangani pasien, namun APD standard tidak ada jadi terpaksa kami pakai jas hujan, yang penting tidak kontak langsung dengan pasien” ungkap Atih.

Drg Hesti Iswandari, Direktur RSUD Leuwi Liang menjelaskan, penggunaan jas hujan kresek sebagai APD “darurat” sangat tidak memenuhi standard kesehatan karena tidak mampu melindungi diri tenaga medis.

“Karena jas hujan kresek itu kan tidak menutup rapat, leher sama tangan masih longgar terbuka, itu memang ada di puskesmas Leuwi Liang, tapi kita untuk APD memang tidak ada yang standard, uang kita ada namun barangnya tidak ada” kata Hesti.

Penggunaan jas hujan kresek tidak dibenarkan dengan alasan apapun untuk menangani kasus Covid-19, meskipun hanya sekali pakai karena terkait kesehatan tenaga medis itu sendiri.

“Walau hanya sekali pakai, APD standard seperti pakaian astronot itu pun hanya sekali pakai” tambah Hesti.

Bupati Bogor Hj.Ade Yasin pun megakui jika di Kabupaten Bogor ini APD untuk tenaga Medis sangat terbatas.

“Bukan hanya di Kabupaten Bogor aja, di Indonesia semua terbatas untuk APD, informasi akan ada bantuan APD dari Pemerintah Pusat, jika sudah turun langsung kita distribusikan” jelas Ade Yasin.

Rudy Susmanto Ketua DPRD Kab.Bogor meminta Bupati Ade Yasin untuk menggalang UMKM yang ada di Kabupaten Bogor agar dapat membuat APD untuk tenaga medis, meskipun nantinya tidak sesuai dengan standard kesehatan, namun cukup untuk sekali pakai.

“Di Kabupaten Bogor kan banyak konveksi, berdayakan mereka untuk membuat APD, jangan jas hujan kresek, petugas medis kan garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19 ini, jika butuh anggaran kami siap menyetujui dengan menggeser anggaran yang ada” tegas Rudy. (Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close