Berita

Zona Merah Covid-19 Di Jawa Barat

JarrakposJabar.Com – Bogor – Senin (23/03/2020), Penyebaran Virus Covid-19 di Jawa Barat sudah masuk kategori mengkhawatirkan, Zona Merah Covid-19 sudah berada di beberapa daerah di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengadakan Rapat Kordinasi Crisis Center Covid-19 di Kota Bogor, rapat dilakukan Pada hari Minggu tanggal 22 Maret 2020 Pkl 12.15 WIB, bertempat di rumah dinas Walikota Bogor Jalan Pajajaran No. 42 Kec. Bogor Tengah Kota Bogor.

Turut hadir dalam rapat kordinasi tersebut, Wakil walikota Bogor, Sekda Kota Bogor, Bupati Bogor, Walikota Depok, Ka Staf Korem 061, Dandim 0606, Kapolresta Bogor, Dandenpom III/I Bogor, Kajari Kota Bogor, Dinkes Kota dan Kab Bogor, Dinkes Kota Depok, BPBD Kota dan Kab Bogor, BPBD Kota Depok, BIN Kota Bogor, Pasiops Rem 061, Danyonif 315 dan Kadis Ops Lanud ATS.

Dalam rapat Kordinasi tersebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, adanya parameter pertama dari Satgas massal ini adalah harus cepat kemudian sebanyak-banyaknya dengan jumlah yang akan ke Jakarta memutuskan door to door.

Apabila ada masalah karena Jakarta kotanya relatif kecil terhadap luas Jawa Barat sebentar lagi instruksinya kami akan menyusun luas geografis karena Jawa Barat memiliki Dusun, Kampung, Gunung yang akan menghasilkan luas karena evakuasi membutuhkn kecepatan sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan mengurangi kontak pisik.

“Sementara ini sudah saya konsultasikan ke BNPB bentuknya adalah melalui antrian menggunakan kendaraan dengan jarak yang diatur dengan kedatangan pasien sehingga dalam hitungan hari akan mendapatkan jumlah banyak dan waktu yang pendek” ungkap Ridwan Kamil.

Pemprov Jabar telah menetapkan ada beberapa wilayah Zona merah terkait Covid 19 di Jawa Barat dan Penetapan di lakukan berdasarkan sebaran data Pasien positif corona di wilayah tersebut.

Wilayah Zona merah tersebut yaitu:
– Kota Bogor
– Kota Depok
– Kota Bekasi
– Kab.Bogor
– Kab.Cirebon
– Kota Bandung
– Kab.Bandung

Dalam hal ini, Walikota Depok Mohammad Idris menyampaikan, Rumah Sakit Swasta di Jakarta sudah full, RSUD pun full oleh karena itu kita menyiapkan Pasilitas Umum yang akan di jadikan prasarana Pendukung.

“Kami menyiapkan rumah sehat dan rumah dedikasi yang diperuntukkan untuk PDP yang ringan dan Kami menyiapkan di sekolah untuk beberapa test yang dicanangkan oleh pemerintah pusat selanjutnya untuk tenaga medis sudah banyak yang mengeluh karena tidak ada waktunya untuk beristirahat serta dukungan APD yang optimal seperti kegiatan yang mereka alami sekarang ini” ungkap Walikota Depok.

Untuk Kabupaten Bogor, Hj Ade Yasin menjelaskan bahwa Pemkab Bogor siap menyiapkan tempat untuk menampung yang terdampak pasien ODP, PDP di Stadion Pakansari agar tidak terkendala dengan pertemuan massa yang banyak serta meminimalisir kontak orang dengan antrian.

Sedangkan Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim menegaskan bahwa terhitung mulai hari Senin tgl 23 Maret 2020 sd tanggal 2 April 2020 seluruh Swalayan, Mall, tempat perbelanjaan sekala besar akan di Tutup, kecuali pasar Tradisional.

Seluruh Perkantoran Pelayanan Pemerintah Akan di Tutup sementara untuk mengurangi dampak kontak Orang dengan orang agar meminimalisir penyebaran Covid-19 dan Pemkot Bogor sudah menyiapkan Sekolah sekolah untuk mendukung dalam pelaksanan Revitest.

Penanganan Pencegahan melalui penyemprotan Disinfektan akan menjadi tugas Lanud Atang Senjaya (ATS) yang disampaikan Kadis Ops Lanud ATS dan akan dilakukan melalui udara dengan menggunakan Pesawat Udara. (Jrrk/wins)

 

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: