Sel. Sep 29th, 2020

Jarrak POS

Bersama Membangun Bangsa

Akibat Kekurangan Suplai Bahan Baku, Pabrik Gula Sindanglaut Mengalami Kerugian dan Dibekukan.

2 min read

Foto : Pabrik Gula (PG) Sindanglaut (Doc. Jarrakposjabar)

JARRAKPOS – CIREBON – Pabrik Gula (PG) Sindanglaut yang beralamat di Desa Cipeujeuh Wetan Kec.Lemahabang Kab. Cirebon-Jabar, adalah pabrik penggilingan tebu yang telah beroprasi sejak zaman belanda. Pabrik Penggilingan tebu tersebut sudah berusia sangat tua, yaitu 122 tahun, namun saat ini kondisinya sangat memperihatinkan, akibat kekurangan suplai bahan baku pabrik tersebut mengalami kerugian, sehingga mengakibatkan pabrik tersebut oleh manajemen dibekukan.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan PT. PG Rajawali ll Bapak Erwin Yuswanto. Ia mengungkapkan pada saat jumpa pers di Jln. DR. Wahidin Kota Cirebon selasa 18/2/20.

“Kerugian tersebut sangat besar, sehingga tidak dapat dipertahankan, sebab biaya oprasional lebih tinggi dari pada pendapatan dari suplai bahan baku,” tuturnya.

Foto : Sekretaris Perusahaan PT. PG Rajawali ll, Erwin Yuswanto (Doc. Jarrakposjabar)

Masih menurut Erwin, “Kerugian setiap tahunnya mengalami peninggkatan, tahun 2016 kerugian mencapai 430 juta. Tahun 2017 meningkat mencapai 1,5 M. Tahun 2018 mengalami peningkatan kerugian yang sangat besar 5,5 M. Dan di tahun 2019 mencapai 1,5 M,” ungkap Erwin.

Hal ini terjadi akibat terjadinya penurunan suplai bahan baku sejak 3 tahun silam. Dengan kekurangan bahan baku tersebut mengakibatkan produksi tidak maksimal sehingga memakan biaya tinggi.

“Pembekuan ini telah kami laporkan ke Mentri perdagangan dan Mentri perindustrian, dan pembekuan PG tersebut telah mendapatkan perhatian dari komisi lV DPR RI Herman khaeron. Dan Anggota komisi lV tersebut berjanji, akan mendorong pemerintah untuk memberikan kuota row sugar, agar dapat beroprasi kembali, “ujarnya.

Pembekuan Pabrik Gula (PG) Sindanglaut tersebut telah kami sosialisasikan kepada para petani yang tergabung dalam APTRI dan PPTRI, dan pada prinsipnya mereka menerima, walaupun mereka tetap berharap penutupan tersebut bersifat sementara dan dikemudian hari Pabrik Penggilinga yang sudah beroprasi sejak jaman belanda tersebut bisa beroprasi kembali, sebab masih sangat dibutuhkan oleh para petani petani kecil yang ada di Kec. Lemahabang dan sekitarnya.

Erwin menambahkan untuk saat ini PT. Rajawali ll memilih mengoprasikan PG tersana baru, sebab PG tersana baru mempunyai kapasitas yang sangat mendukung, seperti ketersediaan sumber air yang memadai, kapasitas broiler yang sangat besar yaitu sebesar ($4000), Sistem monitoringnya berbasis IT (SCADA). Dengan demikian peluang dapat meningkatkan kapasitas produksinya sangat terbuka lebar, dan dengan biaya yang memungkinkan sangat terjangkau ketimbang mengoprasikan PG Sindanglaut, jelasnya.

 

Penulis : Hadi 

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *