Berita

Penuhi Ruang Paripurna DPRD, Mahasiswa Kuningan Bahas Ini !

JARRAKPOS – KUNINGAN – Hari minggu (02/02/2020) Dalam rangka Dies Natalis ke-21 HMKI (Himpunan Mahasiswa Kuningan Indonesia) menggelar acara Milad “21 Tahun Bersinergi untuk Lemah Cai” dan Diskusi Publik ADIPATI KUNINGAN (Ajang Diskusi Para Pemerhati Kuningan) Tema Diskusi : “Kuningan Kabupaten Pendidikan: Harapan atau Kenyataan ? Menakar Tantangan dan Harapan di Era Disrupsi”
Bertempat di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kab.Kuningan, menjadi catatan Sejarah kegiatan ini dapat diduduki Mahasiswa kuningan sekaligus menggelar Diskusi Publik yg bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan.

Kurang lebih 150 orangg peserta hadir dari berbagai organisasi mahasiswa Kuningan diantaranya Anggota/Cabang & komisariat naungan HMKI yaitu :
KMK Bandung Raya, IMK Wil.Cirebon, IPMK Yogyakarta, IPPMK Jadetabek, HIMARIKA Bogor, Himadiwa Purwokerto, Komisariat Kamuning UIN Bandung, cabang persiapan Forsmaka Semarang.

Turut hadir dari Organ Intra Kampus di Kuningan BEM,BLM, dari Universitas Kuningan, Unisa Kuningan, Stikkes Muhammadiyah, Stikku, kemudian Organ Ekstra Kampus yaitu HMI, PMII, IMM, KAMMI, SAPMA. kemudian para Pelajar tergabung dalam Forum OSIS Kuningan.

Ketua Umum HMKI Muhammad Ramdan menerangkan bahwa Himpunan Mahasiswa Kuningan Indonesia saat Ini menginjak usia ke – 21, dimana saat itu didirikan pada tanggal 23 Januari 1999. Dan hari Ini diperingati dengan penuh rasa syukur bahwa HMKI sampai sekarang terus berkembang, membina, merawat nafas kedaerahan, dan menjadi wadah pemersatu organisasi Mahasiswa asal Kab. Kuningan, dengan tujuan senantiasa mengabdi serta berkontribusi untuk Kab. Kuningan yang berkemajuan. HMKI serta para Anggota Cabang terus melaksanakan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, try out, diskusi dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan, Terimakasih kpd pelopor, pendiri HMKI ,berkatnya HMKI trus berkembang dan terus berkontribusi utk kab.kuningan”

Dies Natalis Kali ini dikonsep dengan nuansa sederhana, dengan mengemas diskusi yang bertajuk Adipati Kuningan (Ajang Diskusi Para Pemerhati Kuningan). Dengan harapan diskusi ini dapat menghasilkan komitmen yang baik untuk membangun Kuningan selaras dengan Visi Kab. Kuningan saat Ini.

Pada acara Dies Natalis di buka oleh Drs.H.Dady Iskandar,M.M. mewakili Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul ulum, beliau menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini dengan harap HMKI dapat Bersinergi dengan Visi Jabar Juara Lahir Bathin.Pemerintah pusat melalui Kemenperin RI dengan making Indonesia 4.0, berencana menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri di masa depan, dan merombak kurikulum dengan menekankan pada steam (science, technology, engineering, the arts, and mathematics). Provinsi Jawa Barat telah menyusun program-program unggulan untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dari aspek pendidikan sumber daya manusia, diantaranya adalah: (1) Menjadikan perguruan tinggi sebagai center of excellence and innovation; (2) Mendorong pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, dengan ekonomi digital, inkubator bisnis, creative/start-up hub; (3) Memfokuskan pendidikan SMK sesuai dengan potensi kekuatan ekonomi lokal. Mudah-mudahan upaya ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat ternasuk di Kabupaten Kuningan.”

Turut hadir Sekda Kab.Kuningan Dr.H.Dian Rachmat Yanuar,M.Si mewakili Bupati Kuningan , memberikan motivasi kepada para Mahasiswa yang hadir, seiring dengan dunia masa kini yang tantangannya begitu luar biasa. Dan hal yang Dibutuhkan untuk menjadi orang yang suskes adalah harus memiliki Kejujuran, Jiwa Kepemimpinan, Memiliki Kemampuan adaptasi untuk bekerjasama, Dan kerja keras. Sekda berpesan agar para Mahasiswa jangan hanya terjebak dengan rutininas, yaitu antara kampus dan tempat tinggal saja/kosan, tetapi perlu until bersosialisasi Dan berorganisasi.

Wakil Ketua DPRD Drs.H.Ujang Kosasih,M.Si Fraksi PKB mewakili Ketua DPRD Kuningan, menyampaikan dalam sambutannya “para mahasiswa Anak anakku yg bapa cintai, ruangan paripurna ini adalah ruangan yg sakral, ruangan penentu kebijakan untuk mewujudkan Kuningan yg Maju, kami sambut baik adanya Diskusi ini serta berharap adanya hasil yg baik, dan mudah mudahan kedepan anak-anakku para mahasiswa disini dapat melanjutkan perjuangan kami disini”

Kadis Pendidikan & Kebudayaan H.Uca Somantri, Ade Kadarisman, S.Sos.,MT.,M.Sc Dosen Universitas Padjadjaran, Dr.Sulaeman, M.Ag Warek II UNISA Kuningan, Ketua DPD KNPI Kuningan bung masuri,

Hadir pula para Pendiri FKMK (dulu) HMKI (sekarang) yaitu Dr.H.Toto Toharudin,M.Pd. dan H Endun Abdul Haq,M.Pd. (Komisioner KPU Jawa Barat) beserta Alumni HMKI yg lain.

“Spirit Gerakan Reformasi menjadi salah satu cikal bakal berdirinya fkmk, bertransformasi dari Forum Komunikasi menjadi Himpunan Mahasiswa Kuningan Indonesia (HMKI). Selamat Berdisnatalis ke-21″

Tasyakuran dengan pemotongan tumpeng dipimpin oleh Dr.H.Toto Toharudin,M.Pd bersama HMKI dan seluruh Tamu Undangan.
Menjelang Diskusi Hmki menampilkan Tari dan Puisi Prosa2Rupa dari IMK wil.cirebon .

berlanjut acara Adipati, yg diatur oleh Moderator Ade Syamsul Falah, S.H Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat,
Diskusi Kuningan Kabupaten Pendidikan dipaparkan oleh Sekda Kuningan yg juga mantan Kadisdik Kuningan. menyampaikan arah tujuan pendidikan kab.kuningan, kemajuan dan kendala”nya. Terdapat peningkatan tiap tahunnya yg didorong oleh pak Bupati Kuningan. namun disayangkan adanya penurunan grade dari Kuningan Kabupaten Pendidikan menjadi Kuningan Menuju Kabupaten Pendidikan.
Menyampaikan pula salahsatunya kekurangan guru d kabupaten Kuningan, kerusakan ruangan dll telah adanya peningkatan setiap tahunnya , semuanya didorong oleh pak bupati Kuningan.

Dr.Sulaeman, M.Ag menyampaikan refleksi Pendidikan adanya beberapa ke khawatiran dalam dunia pendidikan di era Digital Disruption bahwa jangan jangan nnti Sekolah/Perguruan Tinggi akan di tinggalkan, contoh sekarang ada Aplikasi-Aplikasi Kursus/Bimbel.

Bung Masuri, S.Pd, Ketua KNPI Kuningan, menyampaikan di Era ini Apakah tenaga pendidik masih dibutuhkan? Boleh jadi internet sekarang mengalahkan SDM sumberdaya manusia. Tetapi ada hal lain yg tidak bisa dilakukan oleh internet yaitu Budi Pekerti, Kearifan lokal, Kerjasama dan cara memotivasi.semoga kedepan para pemangku kebijakan dapat membuat suatu rumusan dimana peran tenaga pendidik tidak tergerus”.

Turut berpandangan dan berdiskusi pula Sahabati Oky (Korpri PMII Kuningan), M.Yusuf Wicaksono (perwakilan KAMMI Kuningan), M.Nur (Bem STIKES Muhammadiyah Kuningan), Syifa Siti Latifah (KMK Bandung raya), Robi ZM (IMK Cirebon) dll.

Ade Kadarisman, Akademisi Universitas Padjadjaran, menyampaikan dinamika dan peluang di era Disruption Digital, entrepreneurship, & sosciopreaneurship, education, research & development community services,
“Generasi milenials sekarang mewakili lebih dari 60% populasi Indonesia. Indonesia juga menikmati peluang ekonomi yang berasal dari bonus demografi. milenials mewakili target pasar saat ini serta subjek utama dalam implementasi STP”
Sociopreaneurship Penta-helix Collaboration
Hubungan koneksi dan akselerasi sinergi : Akademisi, Pemerintahan, Bisnis, Media dan Komunitas.Tonggak kolaborasi perlu ditentukan berdasarkan tujuan masing-masing klaster (usaha kecil menengah, produk Alam dan Pribumi, Kreativitas Pemuda, Promosi Desa, dll) Sumber pengembangan jaringan, Informasi dan Pemasaran untuk semua pemangku kepentingan.

turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Yosa Octora Santono,S.Si.,M.M. turut serta memberikan informasi dan dorongan untuk para guru honorer di wilayah jawa barat, ketika peserta bertanya seputar nasib guru honorer.
Wakil ketua DPRD Drs.H.Ujang Kosasih,M.Si dalam diskusi menyampaikan dan berpesan pentingnya tatakrama dalam menghormati kepada guru serta penyampaian telah adanya plot Beasiswa bagi peserta didik yg kurang mampu dan berprestasi, tinggal peningkatan kembali”
Mengenai kuningan kabupaten pendidikan beliau menyampaikan bahwa indikatornya kuningan kabupaten Pendidikan blm di tentukan.”

Dalam penghujung Diskusi, HMKI merangkum beberapa hasil dan kesimpulan diskusi dengan diwujudkan dengan Fakta Integritas sebagai wujud Komitmen bersama. serta menandatangani nya. sebelum ditandatangani, peserta diskusi dari Ipmk Yogyakarta (cabang Hmki) mempertanyakan kepada pemerintahan, karena ingin adanya kejelasan sampai kapan dan dimulai kapan komitmen ini , tidak ingin hanya sekedar dibuat. selanjutnya ditengahi oleh Ketua HMKI dengan akan dimulainya Follow Up dan Audiensi bulan Maret 2020 utk membahas tindak lanjut hasil diskusi Adipati ini. dan akhirnya semua menandatangani.

Berikut Fakta Integritas yang di buat :
1. Pemerintah daerah, DPRD Kuningan, Akademisi, Mahasiswa dan peserta diskusi berkomitmen mempercepat kemajuan pendidikan kab.kuningan.
2.Pemerintah Daerah bersama DPRD Kab.Kuningan mendorong dan memperhatikan masyarakat atau peserta didik yang putus sekolah.
3. Mahasiswa kuningan dapat memberikan masukan, ide dan gagasan tentang pendidikan kepada Pemda dan DPRD Kuningan.
4. Setiap program pendidikan kabupaten Kuningan dapat bersinergi dengan organisasi mahasiswa kuningan.
5. Setiap pembentukan perencanaan kebijakan daerah harus melibatkan Akademisi, dan Organisasi Mahasiswa Kuningan.
6. Pemda dan DPRD kuningan dapat mensosialisasikan transparansi dan alokasi APBD terutama dalam bidang pendidikan setiap tahunnya kepada masyarakat Kuningan maksimal H+3 setelah pengesahan.
7. Mempercepat pembangunan dan perawatan fasilitas pendidikan di kab.kuningan
8.pemda bersama DPRD Kuningan dapat memberikan bantuan beasiswa Tahfidz, kurang mampu dan berprestasi kepada calon mahasiswa dan mahasiswa asal kab.kuningam dengan peningkatan setiap tahunnya.
9. Pemda bersama DPRD Kuningan dapat memberikan fasilitas pendidikan bagi organisasi mahasiswa asal kabupaten Kuningan setiap tahunnya.
10. Follow up dan Audiensi Fakta Integritas hasil Diskusi akan dimulai Maret 2020 yang selanjutnya akan dilakukan secara berkala minimal 2 kali dalam satu tahun oleh mahasiswa kuningan.

Dilanjutkan penyerahan pengahargaan kepada anggota HMKI
1. BPLC-Bulan Peduli Lemah Cai sebagai Program Bakti Sosial Inspiratif kepada komisariat Kamuning UIN (cabang KMK Bandung Raya)
2. GEMA-Gelar Karya Mahasiswa Kota Kuda sebagai Program minat bakat inspiratif kepada
IMK Wil.cirebon
3. OMJOK- Obrolan Mahasiswa Jogjakarta sebagai Program Sosialisasi Kampus Inspiratif kepada IPMK Yogyakarta
4. KASRENG-Kajian Sore Mentereng sebagai Program Diskusi Inspiratif kepada IPPMK Jadetabek
5. M.Nurdiansyah (Korpus BEM SI Tahun 2019) sebagai Mahasiswa Inspiratif dari Kader HIMARIKA Bogor .

 

Penulis : (Kominfo HMKI)

Editor : Lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: