BeritaNasional

Andi Arief Desak Presiden Jokowi Pidato Soal Jiwasraya Malam Ini

JARRAKPOS – JAKARTA – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta Presiden Joko Widodo pidato untuk membongkar kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara terang benderang pada malam ini, Rabu (25/12).

Presiden ia minta segera memerintahkan partai koalisi untuk membentuk panitia khusus (pansus) terkait persoalan Jiwasraya.

Sebaiknya Bapak pidato malam ini menyatakan: “Kepada partai koalisi untuk segera membentuk pansus dan buka kasusnya terang benderang,” tulis Andi dalam akun pribadinya, dikutip Rabu (25/12).

Dia menyatakan kasus Jiwasraya sudah begitu besar. Perusahaan mengumpulkan uang dan menjanjikan bunga tinggi kepada nasabah agar tertarik untuk membeli polis asuransi di Jiwasraya.

“Uangnya dipindah ke tempat tertentu, lalu uangnya dibilang hilang karena berbagai alasan,” ucap Andi.

Andi bilang berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ia terima, sebagian dana yang dihimpun dari nasabah ditempatkan di perusahaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

“BPK sudah menyatakan ada semacam perampokan atau bahasa kerennya tidak prudent atau ada fraud,” kata Andi.

Sambung Andi, sejauh ini tersangka kasus Jiwasraya masih dirahasiakan.

Menurutnya, tersangka itu sedang diberikan arahan agar memberikan pernyataan kalau kasus Jiwasraya merupakan salah presiden terdahulu.

Ia meminta kepada Erick untuk segera menyelesaikan masalah Jiwasraya. Selain itu, Erick juga harus menjelaskan hubungan antara perusahaannya yang dihubung-hubungkan dengan Jiwasraya seperti yang tertera dalam audit BPK.

“Modal kepercayaan kami, penjelasan itu,” imbuhnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menuturkan pemerintah sudah memiliki keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam 3 tahun terakhir.

“Tapi ini bukan masalah yang ringan,” kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (18/12).

Menurut Presiden, sudah dilakukan rapat antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Keuangan terkait masalah tersebut.

“Yang jelas, gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu, sudah ada, masih dalam proses semua,” tuturnya.

 

Jarrakposjabar.com/lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close