BeritaNasionalPolitik

MA Sunat Hukuman Penyuap Mantan Ketua MK Akil Mochtar

JARRAKPOS – JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) kembali memotong hukuman pidana untuk terpidana kasus korupsi mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun. Penyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar itu dikurangi hukumannya menjadi tiga tahun dalam putusan peninjauan kembali (PK).

“PK terhadap putusan PN Jakarta Pusat. Pidana turun dari penjara selama 3 tahun 9 bulan menjadi penjara 3 tahun,” kata juru bicara MA, Andi Samsan di Jakarta, Jumat 13 Desember 2019.

Dalam kasus ini, Samsul Umar menyuap mantan Ketua MK Akil Mochtar sebesar Rp 1 miliar dari total Rp 6 miliar yang diminta. Suap itu diduga untuk memengaruhi putusan akhir perkara di MK, tentang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Buton Tahun 2011.

Samsul yang kalah dalam pilkada itu lalu mengajukan gugatan ke MK. Gugatannya dikabulkan dan MK memerintahkan pemungutan suara ulang. Atas hal tersebut, Samsul Umar pun meraih suara terbanyak dan menjadi Bupati Buton terpilih. Namun ia keburu terjerat kasus di KPK.

Ia sempat dilantik menjadi Bupati Buton ketika masih ditahan KPK. Namun ia langsung dinonaktifkan tak lama usai dilantik. Atas perbuatannya, Samsul divonis 3 tahun dan 9 bulan penjara, serta denda sebesar Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Samsul pun tak banding atas vonis tersebut. Namun pada April 2019, ia mengajukan PK setelah ditahan sejak Januari 2017. Adanya putusan PK ini, Samsul Umar bebas murni pada Januari 2020.

 

Jarrakposjabar.com/lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close