oleh

Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi: Tampar Muka Saya

-Berita, Nasional-227 views

JARRAKPOS – JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi ) menolak masa jabatan presiden diubah menjadi tiga periode atau maksimal 15 tahun masa jabatan dalam rencana amendemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Jokowi mengalihkan pengusul masa jabatan tiga periode seakan ingin menampar muka dirinya.

“Ada yang ngomong presiden terpilih tiga periode. Itu ada tiga [maknanya] menurut saya: Satu, ingin menampar muka saya; yang ingin cari muka muka, padahal aku punya muka muka; yang mau cari penjabaran depan,” kata Jokowi saat berbincang dengan kabar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

Jokowi mengatakan sejak awal sudah meminta agar amendemen UUD 1945 yang akan dilakukan fokus hanya pada masalah Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Namun, kata Jokowi, rencana amendemen itu kini melebar ke masalah pemilihan dan masa jabatan presiden.

Mantan gubernur DKI Jakarta meminta izin terpilih kembali terpilih MPR. 

Kemudian muncul wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Selain itu, muncul juga wacana masa jabatan presiden tahun dengan satu periode jabatan.

“Kan kemana-mana seperti yang saya sampaikan. Jadi, lebih baik, tidak usah amendemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang bukan sesuatu yang mudah untuk mengelola,” tuturnya.

Wacana amendemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menguat beberapa kali dipindahkan. Ada pihak yang dikabarkan menghindar batas maksimum masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Dari Fraksi PPP Arsul Sani membeberkan Wacana-Wacana Yang mengemuka di Tengah Rencana PRESIDEN REPUBLIK UUD 1945. Disposals masa Presiden termasuk shalat Satu Wacana Berlangganan PRESIDEN REPUBLIK UUD 1945.

“Kalau dulu (ketentuannya) ‘DAPAT dipilih Kembali’ ITU kan maknanya doa Kali kan sebelum ini. Tapi kan terus-terusan. Kalau [wacana] ini kan hanya bisa dipilih satu kali masa depan lagi. Kemudian ada yang mau jadi tiga kali. Ya itu kan baru jadi wacana ya, “kata Arsul di Kompleks MPR / DPR , Senayan, Jakarta, Kamis (21/11).

Arsul menjelaskan ada yang disetujui pada periode Pemilihan presiden diubah menjadi satu periode saja. Namun, memiliki durasi selama 8 tahun dalam satu periode.

Alasannya, masa depan presiden pemilihan tahun itu akan membuat presiden-wakil presiden mampu dengan mudah mengimplementasikan programnya dengan lebih baik.

Ucapan Arsul lantas menjadi perhatian publik. Sehari usai membeberkan hal itu, Arsul lantas menyebut wacana menyetujui masa jabatan presiden adalah usul dari fraksi Partai NasDem.

“Ini ada yang disampaikan seperti ini [disetujui masa jabatan], jika tidak salah mulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem,” kata Arsul  di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/11).

Namun, NasDem membantah apa yang diutarakan Arsul tersebut. Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI, Saan Mustofa mengatakan partainya belum menentukan sikap politik soal perubahan masa jabatan presiden.

 

Jarrakposjabar.com/lle

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed