Ridjkie Mulia Raih Emas SEA Games dan Bawa Bendera Indonesia – Jarrak POS
Connect with us

Olahraga

Ridjkie Mulia Raih Emas SEA Games dan Bawa Bendera Indonesia

Published

on

JARRAKPOS – JAKARTA – Ridjkie Mulia, pembawa bendera merah putih pada acara pembukaan SEA Games 2019, merupakan atlet polo air putra yang turut mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia pada pesta olahraga negara Asia Tenggara tahun ini.

Penunjukkan Ridjkie sebagai flag bearer sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum acara pembukaan.Pada acara pembukaan, Ridjkie membawa bendera dengan mengenakan seragam latihan yang berwarna merah putih dan mengenakan tutup kepala suku tradisional Indonesia.

Bukan sebuah kebetulan Ridjkie berhasil meraih emas sebelum acara pembukaan dilangsungkan. Bersama Timnas polo air putra Indonesia, salah satu atlet langganan polo air itu berhasil mengakhiri dominasi Singapura pada cabang olahraga akuatik.

Dalam empat laga di SEA Games kali ini, Ridjkie dan kawan-kawan tidak terkalahkan. Hasil seri dengan Filipina yang berlanjut dengan kemenangan melawan Thailand, Singapura, dan Malaysia memastikan Indonesia menempati klasemen teratas dalam cabor polo air putra.

Keberhasilan tim polo air putra meraih emas merupakan yang pertama sejak ikut serta pada SEA Games 1977.

Ridjkie sudah sering menjadi bagian Timnas polo air putra Indonesia. Setidaknya sejak 2013, atlet asal DKI Jakarta itu sudah tampil di SEA Games.

Ridjkie dan tim polo air putra Indonesia merupakan salah satu atlet Indonesia pertama yang tiba pertama di Filipina guna bertanding di SEA Games ke-30. Selain memiliki pengalaman membela Merah Putih, Ridjkie juga pernah memperkuat tim polo air VK Belgrade yang berlaga di Serbia

 

Jarrakposjabar.com/lle

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

FESTIVAL OLAHRAGA KABUPATEN BOGOR Kejuaraan Antar Perguruan Tingkat Kabupaten Bogor “BUPATI CUP 2020”

Published

on

By

JarrakposJabar.Com – Cibinong – Bupati Cup 2020 dalam ajang Festival Olahraga Kabupaten Bogor Kejuaraan Antar Perguruan Seni Beladiri yang di gelar tanggal 9-11 maret 2020 di gelanggang Laga Satria dan Laga Tangkas Komplek Stadion Pakansari Kabupaten Bogor.

Peserta yang diikuti dari berbagai Perguruan Seni Beladiri seperti Pencak Silat dan Taekwondo yang ada di Kabupaten Bogor ini turun di berbagai kelas.

Untuk kejuaraan Seni Beladiri Pencak Silat digelar di Gelanggang Laga Satria, sedangkan Seni Beladiri Taekwondo digelar di Gelanggang Laga Tangkas.

Ketua IPSI Kabupaten Bogor Muhammad Khaerul menjelaskan, bahwa ajang Bupati Cup 2020 ini sebagai salah satu ajang pemandu bakat cabang olahraga di Kabupaten Bogor khususnya Seni Beladiri Pencak Silat, yang nantinya bagi yang terbaik akan diturunkan untuk ajang dikejuaraan – kejuaraan tingkat nasional maupun Internasional.

(Doc. Jarrakposjabar)

Momen Bupati Cup 2020 ini menjadi ajang para penggiat Seni Beladiri di Kabupaten Bogor khususnya untuk dapat bersaing dalam menunjukan kualitas kemampuan diri ditingkat prestasi.

Seperti diketahui, Pemkab Bogor saat ini sedang gencar dalam pembinaan semua Cabang Olahraga dan fasilitasnya, salah satunya dari Cabang Seni beladiri.

(Doc. Jarrakposjabar)

Pemkab Bogor pun saat ini sedang melakukan persiapan – persiapan guna menyambut ajang Olah Raga Sepak Bola Piala Dunia U20 yang mana Stadion Pakansari telah ditunjuk oleh FIFA untuk menjadi salah satu Stadion yang akan digunakan dalam gelaran Piala Dunia U20 tahun 2021 nanti.

Mulai dari perbaikan, kelengkapan fasilitas, keamanan dan kenyamanan stadion, hingga Stadion Pakansari kelak dapat memenuhi standarisasi yang diajukan oleh pihak FIFA dalam gelaran Piala Dunia U20 tahun 2021 nanti.

(Doc. Jarrakposjabar)

Dengan tema ” Kabupaten Bogor Sport and Tourism”, Bupati Ade Yasin berharap Kabupaten Bogor menjadi tempat untuk berbagai kegiatan Olah Raga dan tempat wisata yang aman dan nyaman.(jrrkbgr/wins)

 

Editor : Lle

Continue Reading

Olahraga

Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open VIII

Published

on

By

JARRAKPOSJABAR – BOGOR – Sabtu (29/02/2020), Perebutan Piala bergilir Mayjen TNI (purn) DR (HC) Eddie M Nalapraya, dalam acara Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open ke VII yang diikuti sekitar 3000 peserta antar pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan Universitas/dewasa, digelar di gelanggang Laga Tangkas komplek Stadion Pakansari Kab.Bogor.

Acara yang digelar mulai tanggal 28,29 februari dan 1 maret 2020 ini diramaikan oleh para peserta dari berbagai perguruan silat di berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Jambi, Medan, banten, jakarta, Yogyakarta dan juga perwakilan dari internasional seperti Jepang.

(Doc. Jarrakposjabar)

Kejuaraan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya oleh perguruan Silat Padepokan Paku Bumi kali ini mengambil tema “Tumbuhkan Jiwa Ksatria Sebagai Pesilat Berkarakter dalam mencapai Prestasi” dan memperebutkan piala bergilir Mayjen TNI (purn) DR (HC) Eddie M Nalapraya, guru besar dari padepokan Silat Paku Bumi.

(Doc. Jarrakposjabar)

Tujuan dari Acara kejuaraan Pencak Silat yang diikuti dari berbagai kelas mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan tingkat Universitas/dewasa ini, guna mengapresiasi para pesilat tingkat sekolah khususnya para pemula penggiat seni beladiri Pencak Silat.

Kegiatan ini juga selain untuk melestarikan Pencak Silat secara luas ditingkat pelajar dan pembibitan atlit berprestasi, juga lebih mengedepankan kecintaan terhadap budaya asli Indonesia, khususnya bidang Seni Beladiri Pencak Silat yang mana sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia.

Foto : Salah satu peserta Paku Bumi Open VIII (Doc. Jarrakposjabar)

Sejumlah Perguruan Pencak Silat ikut andil dalam kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi VIII ini diantaranya, Merpati putih, Tapak Suci, Silat Pajajaran, PSHT, SH Winongo, IKS PI, Macan Ireng, Cempaka Putih,Pagar Nusa, Galuh Lodaya Sakti, dan Perguruan – Perguruan Silat lainnya yang diwakili atas nama sekolah.

 

Penulis : Erwin

Editor : Lle

Continue Reading

Berita

UNESCO Tetapkan Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Published

on

By

JARRAKPOS – JAKARTA – UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Pencak silat diketahui merupakan salah satu seni bela diri, tradisi khas Indonesia dari generasi ke generasi.

Seperti dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Indonesia di Bogota, Jumat (13/12/2019), pencak silat ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang Ke -14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019.

Pencak silat dianggap memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda. Pencak silat terdiri dari tradisi lisan; seni pertunjukan, ritual dan festival; kerajinan tradisional; pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra mengatakan pencak silat bukan hanya sekadar bela diri tetapi menjadi jalan hidup bagi para pelakunya.

“Pencak Silat mengajarkan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Meskipun pencak silat mengajarkan teknik menyerang, namun yang terpenting adalah pencak silat juga mengajarkan kita untuk dapat menahan diri dan menjaga keharmonisan,” kata Surya.

Penetapan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda ini merupakan upaya bersama dari sejumlah pihak baik pemerintah pusat dan daerah serta berbagai komunitas dan perguruan silat di sejumlah provinsi di Indonesia. Upaya itu terdiri dari pengumpulan dan pengajuan data, workshop, hingga penyusunan dan negoisasi dokumen nominasi.

Saat ini terdapat komunitas, perguruan dan festival pencak silat di 52 negara di dunia. Menurut pembicaraan antara Menteri Olah Raga, Ernesto Lucena dan Duta Besar RI untuk Kolombia, Priyo Iswanto, forum ekshibisi akan dilakukan pada Februari 2020 untuk memperkenalkan pencak silat ke masyarakat Kolombia.

Dengan ditetapkannya pencak silat, Indonesia saat ini memiliki 11 warisan budaya tak benda UNESCO. Indonesia memiliki 9 situs warisan budaya dan alam, dan 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah itu merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN.

 

Sumber: detikcom 

Editor : lle

Continue Reading

Komentar Terbaru

    Trending