Legislator Jabar, Gelorakan Hari Perantau Jawa Barat – Jarrak POS
Connect with us

Berita

Legislator Jabar, Gelorakan Hari Perantau Jawa Barat

Published

on

JARRAKPOS – JAWA BARAT – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berada di Jakarta merupakan buah dari pemikiran brilian istri Presiden Soeharto, Presiden Republik Indonesia ke II, yakni Ibu Siti Hartinah Soeharto atau lebih dikenal dengan nama Ibu Tien.

Di tempat ini, seluruh warga masyarakat Indonesia bisa melihat semua kepulauan yang ada di Indonesia. Dari Sabang sampai Marauke bisa dijelajahi dalam waktu singkat dengan moda transportasi kereta gantung. Melalui kereta gantung masyarakat bisa melihat TMII sebagai gambaran keindahan keanekaragaman bangsa Indonesia.

Selain dibuat danau-danau yang menggambarkan kepulauan di Indonesia, disini juga ada berbagai miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya, termasuk keanekaragaman adat dan budayanya. Dengan demikian, bagi masyarakat yang merantau ke Jakarta atau sekitarnya kemudian merasa rindu dengan tanah kelahirannya, maka TMII bisa menjadi obatnya.

Uniknya lagi, di TMII ini dibuat juga anjungan-anjungan berbagai provinsi lengkap dengan ciri khasnya. Semisal Anjungan Provinsi Jawa Barat, maka di tempat ini terdapat beberapa ruangan yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan berbagai aspek budaya. Ada empat ruangan diantaranya, ruangan Jinem Pangrawit, Bangsal pringgondani, Bangsal Prabayaksa dan Bangsal Dalem.

Begitupun dengan anjungan daerah lain seperti Anjungan Bali dan lainnya. Bagi masyarakat Jawa Barat yang sudah menginjakan kaki ke TMII di Jakarta pasti sudah bisa menggambarkan keindahan dan keunikannya. Pembangunan ini merupakan inovasi dan kreatifitas sekaligus peninggalan sejarah yang mampu membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta terhadap tanah air.

Pembangunan TMII tersebut nampaknya memberikan ide brilian kepada legislator muda di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Yosa Octora Santono S.SI MM, dari Fraksi Partai Demokrat sekaligus anggota Komisi I. Alumni London School ini memiliki gagasan untuk membuat Diaspora Perantauan Jawa Barat di Anjungan Jawa Barat yang sudah ada di TMII.

legislator muda dari Jabar 13 ini mengatakan, karena ada di Komisi I, maka pendekatan yang ia lakukan kepada masyarakat dengan condong kepada Badan Penghubung Jabar, yang kantornya ada di Jalan Pembangunan II No. 3-5, RT 9/RW 2, Petojo Utara, Jakarta Pusat.

“Kami semua para perantau yang memiliki rasa kangen terhadap tanah kelahiran, alangkah indahnya biro penghubung Jawa Barat ini bisa menjadi akselerator bagi semua parantau. Dengah adanya venue anjungan tersebut para perantau bisa mengobati rasa kangennya di tempat ini,”ujar pria berkacamata ini, saat berbincang dengan kesatu di ruang kerjanya.

Menurutnya, Pemerintah Pemprov Jabar itu harus bisa agar bagaimana menghidupkan Diaspora UKM (Usaha Kecil Menegah) di Jawa barat. Dengan apa apa, dengan bicara, ngobrol, sharing atau diskusi dan lainnya. Sebagai contoh, Yosa menyebutkan, ada salah satu anggota Diaspora yang sama terkenal, sejajar dengan Gubernur Provinsi Jabar, Ridwan Kamil. Siapa dia, namanya Anis Baswean.

“Gubernur DKI, Anis Baswedan dia orang Kuningan. Harapannya kedepannya, saya punya mimpi ingin membuat Hari Perantau Jawa Barat. Saat itulah, para perantau dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri memiliki hari khusus. Melalui Anjungan Jawa Barat, mereka itu bisa meluapkan rasa kangennya di Jakarta. Bisa kangen-kangenanan di Jakarta di Biro Umum, yang nota benenya adalah anjungan Jawa Barat,” ujar putra dari Politikus Senior Partai Demokrat, H Amin Santono dan Hj Yoyoh Rukiyah ini.

Dikatakannya, badan Jawa Barat ada di Kota Bandung, tapi muka ada di TMII. Di Anjungan Jawa Barat para perantau bisa sharing tentang berbagai hal. Bicara tentang usaha apa, jual beli lapak warung, nonton wayang golek, nonton musik bareng dan hal lainnya, dihadiri oleh gubernur, para pemimpin di berbagai daerah asal Jawa Barat.

“Terlepas ada pertemuan politik itu hal yang wajar, paling tidak bisa mengobati rasa rindu,” katanya.

Dengan cara seperti itu, masyarakat perantau bisa tahu tentang peristiwa di daerahnya masing-masing. Bisa saja membahas tentang Rutilahu di kampungnya, pembangunan jembatan, soal pendidikan dan lainnya. Kemduian history Jawa Barat disampaikan kepada masyarakat Jawa Barat yang ber KTP Jakarta atau daerah lainnya. “Ketika para perantau dari Jawa Barat ini tidak sempat pulang ke kampung halamannya masing-masing, mereka bisa berkumpul di anjungan ini,” ujarnya.

Meningkatkan Anggaran Badan Penghubung

Yosa mengatakan, contohnya Kabupaten Kuningan, hampir 45 persen adalah perantau yang memiliki basic sudah merantau sejak usia SMP. Mereka berjualan ke luar daerah dan sektor itu sudah terbukti mampu bertahan dari goncangan, walaupun ada gojek dan lainnya.

Untuk itu, politisi yang dulu mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Dapil 13 ini mengatakan, dengan posisinya duduk di komisi I DPRD Provinsi Jabar, maka bagaimana agar meningkatkan anggaran biro penghubung. Supaya, masyarakat Jawa Barat yang nota bene berada di luar Jabar itu bisa berinteraksi dengan Paguyuban Kuningan, Barakuda (barudak rantau kuningan sunda).

“Jadi badannya ada di Gedung Sate, sementara mukanya ada di Anjungan Jawa Barat TMII. Saat ada kunjungan ke sana, saya kasih masukan, buatlah paguyuban atau dewan diaspora yang isinya perwakilan kabupaten atau daerah mana saja. Mereka itu rindu diajak ngobrol masalah kampung. Mereka yang bekerja di Pertamina, di kepolisian, di DPR, di perusahaan besar itu semua adakalanya ingin membahas masalah kampung halamannya,” katanya.

Ujar Yosa, masyarakat Jawa Barat yang berkumpul Anjungan Jabar, juga bisa berbagi pengetahuan, pengalaman, informasi investasi, lowongan kerja, jual beli barang, inovasi masing-masing daerah dan lainnya. Intinya, melalui Anjungan Jawa Barat ini ada metode tentang bagaimana menghidupkan ekonomi agar lebih kokoh.

“Para perantau ini adalah para pahlawan tanpa tanda jasa, yang memiliki kreatifitas dalam bidang perekonomian. Apabila di anjungan itu hadir 150 ribu orang, kemudian ada transaksi Rp1 juta perorang saja, maka berapa uang yang akan berputar. APBD kuningan saja bisa kalah. Karena disaat itu, perputaran uang akan terjadi antara masyarakat Jawa Barat dari berbagai daerah,” terangnya.

Bendahara HIPMI Provinsi Jabar ini juga menegaskan, bagaimana caranya Ridwan Kamil itu bisa diajari tentang esensial kekuatan Jawa Barat itu bukan di masyarakat Jawa Barat saja, tapi bagaimana orang perantauan ini bisa dipeluk, bisa diajarin, dikasih pendekatan karena mereka bisa mempengaruhi hal positif ke tingkat bawah.

“Gubernur Ridwan Kamil itu seharusnya bisa membuat taman yang ada judulnya. Semisal Taman Perantau Kuningan atau lainnya. Disitulah dibuat elemen Kuningan, atau daerah lainnya. Disana ada pusat kegiatan budaya, kesenian, UKM dan lainnya. Bukan taman jomblo atau taman Dilan yang tidak ada esensinya. Apa itu taman Dilan, siapa dan apa prestasi Dilan. Aneh saya,” ujarnya sambil sedikit menggerutu.

Yosa kembali menegaskan, di Indonesia itu banyak sekali perantau. Mereka datang dari suatu daerah dan menetap atau bekerja di daerah lain. Tetapi kenapa tidak ada hari perantau Jawa Barat. Semisal pada hari perantau Jawa Barat itu ada parade atau festival, maka dari jalan tol Pasteur sampai Gedung sate tidak akan putus-putus.

“Dengan adanya Hari Perantau Jawa Barat, kemudian Pemprov Jabar ini membuat parade atau festival. Ditampilkan lah ciri khas perwakilan Kuningan, Subang, Bogor, Garut dan lainnya. Saya yakin masyarakat akan memiliki rasa bangga dan rasa cinta terhadap kampung halamannya. Itulah kekuatan Ridwan Kamil kalau dia paham,”tambahnya.

 

Jarrakposjabar.com/lle

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tidak Pakai Masker, Denda Rp.150.000

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Selasa, (14/07/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengeluarkan Pergub mengenai warganya yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah akan dikenakan denda sebesar 150.000 Rupiah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah mengadakan rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, senin 13/07/2020.

Perlunya peraturan tersebut dikarenakan kasus Covid-19 di Wilayah Jawa Barat masih mengalami kenaikan, guna mengantisipasi penyebaran lebih luas dan menertibkan masyarakat dalam pencegahan, maka perlu adanya denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker diluar rumah.

Ridwan Kamil pun menyampaikan untuk petugas pelaksanaan penindakan nanti di lapangan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI.

“Penindakan dilapangan nanti dari Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas,” ucap Ridwan Kamil.

Dasar hukum pemberlakuan denda nanti akan masuk dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat. Sebelum di putuskan, Pergub tersebut masih akan dikaji terlebih dahulu oleh pihak Kajati, sedangkan sosialisasi kepada masyarakat segera dilakukan agar saat Pergub sudah keluar masyarakat sudah mengetahui dan memahaminya.

“Kejaksaan Tinggi akan mengkaji terlebih dahulu untuk dasar hukumnya dari Pergub nanti,” kata Ridwan Kamil.

Untuk pemberlakuan Denda bagi yang tidak menggunakan masker nanti akan dimulai tanggal 27 Juli 2020 dan berlaku selama 14 hari kedepan. (Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Berita

Pernyataan Usman Sayogi, setelah Mendapat Rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Maju sebagai Cawabub mendampingi Kurnia Agustina Nasser ( Teh Nia )

Published

on

By

SOREANG, Jarrakposjabar.com|
Senin ( 13/7/2020). Calon Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar, Usman Sayogi menyatakan rekomendasi dirinya sebagai Cawabub mendampingi Kurnia Agustina Nasser masih bersifat dinamis, semua keputusan tetap ada pada DPP Partai Golkar

Saat konferensi pers di Soreang pada Senin (13/7/2020), Usman mengungkapkan, “Sifat rekomendasi saya sebagai calon Wakil Bupati Bandung masih dinamis. Bisa saja berubah setiap saat. Jika DPP Partai Golkar masih perlu saya sebagai cawabup, ya saya pertimbangkan.”

Dan saat ini Usman masih mempunyai lima tahun lagi masa pengabdianya sebagai ASN. Ia pun saat ini masih menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kab.Bandung.

“Jadi nantinya saya tetap pertimbangkan dengan matang, apakah saya lanjut sebagai ASN di Pemkab Bandung atau saya memilih tawaran dari Partai Golkar sebagai calon wakil bupati,” ujarnya.

Untuk maju sebagai cawabup dari Golkar, Usman mengaku sudah mendapat dukungan dari keluarganya. Tapi menurutnya keputusan ada di tangan DPP Partai Golkar.

“Kalau DPP Golkar mendapatkan figur calon wakil bupati yang dinilai lebih kompeten dari saya, ya saya juga akan merelakannya,” ujarnya.

“Apalagi dari awal juga saya tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi cawabup dari Golkar. Saya hanya ditawari dan ditunjuk,” imbuhnya.

Usman mengakui ia sudah berbicara secara pribadi bersama Dadang Naser Bupati Kab.Bandung, sekaligus sebagai ketua DPD partai Golkar Kab.Bandung.

“Saya sudah bicarakan ini dan meminta beliau memikirkan secara matang untuk memberikan kepercayaan kepada saya. Jangan sampai kehadiran saya justru jadi beban politik bagi beliau,” jelasnya.

Namun, jika memang Dadang M Naser atau bahkan DPP Partai Golkar memintanya terus mendampingi Kurnia Agustina Naser, maka Usman mengaku siap. “Saya juga siap untuk mengundurkan diri sebagai ASN. Saya siap dampingi Teh Nia jika memang diminta,” tegasnya.

Editor : EH
Pewarta : Ujang/ Irfan

Continue Reading

Berita

Jogya Junction Kota Bogor di Tutup, Satu Orang SPG Positif Covid-19

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Senin, (13/07/2020). Kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Bogor bertambah, salah satunya Sales Promotion Girl di pusat perbelanjaan Jogya Junction yang beralamat di jln Jenderal Sudirman Kec. Bogor Tengah Kota Bogor – Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta untuk menutup sementara pusat perbelanjaan tersebut sampai hasil swab semua keluar baru diputuskan kebijakan selanjutnya.

Pemkot Bogor hari ini senin, 13/07/2020 rencananya akan melakukan test swab untuk seluruh karyawan jogya junction, terutama bagi yang kontak langsung atau dekat dengan SPG yang terkonfirmasi positif.

Walikota Bogor Bima Arya memerintahkan untuk semaximal mungkin proses tes swab pagi ini bagi seluruh karyawan jogya junction jangan sampai ada yang terlewat.

” Saya perintahkan agar semaximal mungkin dilakukan tes swabnya, jangan ada yang terlewat” perintah Bima.

Kasus positif covid-19 salah satu SPG dibenarkan oleh Regional Manager Jogya untuk wilayah Jakarta – Bogor Endang Yudi, beliau menjelaskan jika SPG yang positif tersebut bekerja di tenant pakaian anak.

SPG tersebut dinyatakan positif setelah tanggal 9 juli kemarin dilakukan Rapid Test di Jogya Junction dan diikuti 154 peserta, hasil dari Rapid Tes tersebut dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk dilanjutkan tes Swab dan hasilnya satu orang positif.

Wakil Walikota Bogor yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, tim Surveillance Dinas Kesehatan sudah melakukan pemetaan dengan dibantu oleh tim Deteksi Wilayah dan dilakukan dengan menggunakan standard operasional Gugus Tugas.

“Dilakukan dengan hati – hati agar tidak menimbulkan kepanikan bagi masyarakat,” ucap Dedie.

Dedie pun berharap dengan terkonfirmasinya satu orang positif Covid-19 bukan pertanda adanya cluster – cluster baru penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

(Jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Komentar Terbaru

    Trending