BeritaNasional

Sofyan Basir Hadapi Sidang Vonis Kasus PLTU Riau-1

JARRAKPOS – JAKARTA – Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir akan memulai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/11).

Sebelumnya Sofyan di jerat sebagai tersangka dalam dugaan suap terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau -1 .

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan membacakan putusan sekitar pukul 10.00 WIB. Diharapkan pada Senin (7/10) lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jaksa Penuntut Umum menuntut Sofyan dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp200 juta.

Sofyan didakwa mencari rencana pemberian uang kepada Partai Golkar. Uang ini berasal dari pengusaha Johannes Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. 

Jaksa mengatakan Sofyan terlibat dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd. Sofyan disebut mengetahui rangkaian proyek ini.

Sofyan mengatakan PLTU Riau-1 merupakan salah satu proyek kelistrikan guna mewujudkan program listrik 35 ribu megawatt .

Saat membacakan pleidoi pada Senin (21/10) lalu, Sofyan masih memohon Majelis Hakim Tipikor untuk membebaskannya dari seluruh pemulihan. Ia menganggap Jaksa KPK tak bisa membuktikan seluruh tanggapan.

Sofyan juga menanggapi Jaksa KPK yang meminta tindakannya mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Menurutnya, sangat disetujui dan sulit diterima.

“Dapat dibayangkan sebagai besar yang harus kami lakukan untuk masyarakat dan negara menggunakan keuangan negara,” kata dia lagi saat membacakan pleidoi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/10/2019).

 

Jarrakposjabar.com/lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: