BeritaNasional

KPK Meminta Idham Aziz Selesaikan Kasus Novel Baswedan

JARRAKPOS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Komjen Idham Aziz sebagai Kapolri baru agar dapat menyelesaikan kasus penyiraman udara keras terhadap penyidik ​​senior Novel Baswedan . Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, hal tersebut sebenarnya juga merupakan perintah Presiden Joko Widodo terhadap pengadilan Polri.

“Saya kira untuk kasus penyerangan Novel itu sudah merupakan perintah yang dinyatakan dari Presiden, ya, dan ada waktu tiga bulan. Terakhir kalau kita baca informasinya sudah ada laporan juga dari Polri pada presiden,” kata Febri kepada petugas di Kantornya, Jakarta, Rabu (30) / 10).

“Jadi, nanti kita tunggu saja karena tugas dari presiden itu secara institusional pada Polri, maka tentu Polri akan melaksanakannya sebaik mungkin,” lanjut Febri.

Febri pun menambahkan agar kerja sama penegak hukum antara KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung semakin diperkuat, demi agar lebih serius dalam menyikapi upaya-upaya penyerangan dan teror terhadap penegak hukum.

“KPK berharap Kapolri ke depan itu, KPK bisa bekerja sama dengan lebih baik antara KPK, Polri dan Kejaksaan Agung untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang lain. Karena kami juga memiliki nota kesepahaman , ” ungkap Febri.

Sebelumnya Idham Aziz menunggu untuk menuntaskan kasus penyiraman udara keras yang menimpa Novel Baswedan. Ia merencanakan akan menugaskan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri yang baru untuk menuntaskan masalah tersebut sehingga dapat digunakan sebagai pengganti Kapolri.

“Saya nanti begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru dan nanti saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu,” kata Idham di Kompleks MPR / DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Mantan Kapolri Tito Karnavian pun mengutarakan, ia berharap kasus air keras yang sejak tahun 2017 lalu dapat terselesaikan.

“Saya mengharapkan Kapolri yang baru dapat melaksanakan reformasi, meminta lebih baik lagi dari saya, pekerjaan yang mungkin tidak bisa saya selesaikan, silakan lanjutkan,” ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10).

 

Jarrakposjabar.com/lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: