PENERAPAN KECERDASAN FINANSIAL – Jarrak POS
Connect with us

Pendidikan

PENERAPAN KECERDASAN FINANSIAL

Published

on

JARRAKPOS – Kecerdasan finansial itu hanyalah pengetahuan. Tanpa diterapkan, pengetahuan tidak memiliki banyak arti. Apalagi di bidang keuangan, salah satu bidang dimana kita sepenuhnya dikuasai oleh bawah sadar. Perlu upaya yang sangat keras dan lingkungan yang mendukung untuk mengaplikasikan sebuah perubahan. Sangat jarang orang mau berubah, apalagi yang sekarang kehidupannya sudah dianggap nyaman, meskipun sebenarnya hanya nyaman dan aman untuk dirinya, tidak untuk keluarganya.

Ada 3 langkah dalam menerapkan kecerdasan finansial :

1. Hilangkan kredit konsumtif.

Jika sekarang memiliki barang dengan kredit dan dibayar dengan hasil kerja Anda, maka keuangan Anda sulit meningkat. Anda harus berani menjual rumah kreditan atau mobil kreditan Anda dan menggantinya dengan yang lebih kecil tetapi cash dan tidak memberatkan cashflow Anda.

2. Pertahankan tingkat kehidupan Anda.

Ini adalah kondisi yang perlu dilakukan jika ingin memiliki kehidupan yang nyaman di kemudian hari. Yaitu menunda kenyamanan, dimana meskipun Anda memiliki uangnya tetapi tidak digunakan untuk membeli barang konsumtif.

3. Dapatkan penghasilan pasif.

Hanya ada 4 cara untuk mendapatkan penghasilan pasif, yaitu membangun bisnis besar, membeli bisnis Waralaba, membangun bisnis Networking dan berinvestasi.

Ketiga langkah diatas sangat emosional dan sukar dilakukan sendiri karena ke tiganya berlawanan dengan pendidikan yangg kita terima sejak kecil.

Saya sudah tahu kecerdasan finansial ini dari buku Robert T Kiyosaki pada tahun 2000, tetapi baru bisa melakukan awal tahun 2004 ketika ada mentor. Dengan dibimbing mentor, saya bisa selamat melampaui semua itu, saya bisa bebas dari kewajiban bekerja mencari nafkah.

 

Jarrakposjabar/LLE

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

13 Juli 2020 Tahun Ajaran Baru Dimulai, Kota Bogor Terapkan Metode Daring

Published

on

By

Bogor, JarrakposJabar.Com — Minggu, (12/07/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan Tahun ajaran baru 2020 – 2021 dimulai besok senin tanggal 13 Juli 2020.

Meski demikian, daerah yang belum masuk zona hijau Covid-19 belum diijinkan untuk melakukan sistem belajar tatap muka, kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui metode jarak jauh (Daring).

Daerah yang melakukan sistem belajar mengajar jarak jauh (Daring) salah satunya Kota Bogor, hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bogor Fahrudin.

Fahrudin menjelaskan, Kota Bogor saat ini belum masuk kategori zona hijau, dikarenakan masih adanya kasus terkonfirmasi Covid-19 walau persentasenya kecil.

“Kota Bogor belajar mengajar melalui metode jarak jauh (daring), dikarenakan untuk Kota Bogor belum masuk Zona hijau Covid-19,” jelas Fahrudin.

Fahrudin pun menyampaikan untuk tekhnisnya nanti siswa belajar dirumah sedangkan untuk guru bisa mengajar dari rumah atau dari sekolah dilihat kebutuhannya masing – masing.

Pencapaian target secara keseluruhan yang ditetapkan kurikulum tidak menjadi fokus utama dalam belajar mengajar dengan metode jarak jauh.

Pendidikan keterampilan, pembentukan karakter, tanggung jawab dan penambahan pengetahuan akan lebih diutamakan dalam proses belajar mengajar dengan metode daring nanti, sehingga diharapkan dapat membentuk akhlak yang baik melalui pembiasaan kegiatan baik yang dilakukan dirumah.

“Proses belajarnya harus menyenangkan dan tidak membuat beban siswa serta orang tua,” ucap Fahrudin.

Dalam aplikasinya, antara pihak sekolah, guru, siswa dan orang tua harus dapat bekerjasama dengan baik, sehingga tidak menghambat proses belajar mengajar dan setiap masalah – masalah atau hambatan dalam proses belajar nanti dapat didiskusikan dan diselesaikan dengan baik secara bersama – sama.(jrrk/wins).

 

Editor : Lle

Continue Reading

Berita

PGRI Minta Bupati Perhatikan Kesejahteraan Guru

Published

on

By

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd menyampaikan keluhan tersebut dalam sambutan di Konferensi XXII PGRI Kab. Kuningan Tahun 2020 di Hotel D’Jehans, Sangkanhurip. Kamis (09/07/2020).

Dede mengatakan wadah PGRI sebagai induk para Guru dari tingkat SD-SMA/SMK akan mendorong persoalan yang dihadapi anggotanya yakni kesejahteraan, khususnya Guru Honorer. Hal ini merupakan bagian dari Program PGRI Jabar yaitu Hormati Guru Sayangi Teman. Dede mengajak anggotanya bersama sama ciptakan PGRI Bermartabat. Menurutya pihaknya ingin mewujudkan Generasi Emas tahun 2045, syaratnya kualitas pendidikan perlu dtingkatkan.

Peserta Konferensi XXII PGRI Kuningan Tahun 2020 mengikuti Protokol Kesehatan Di Hotel D’Jehan, Sangkanhurip (Foto, Dok : IKP)

Konferensi Kabupaten XXII PGRI Kab. Kuningan Tahun 2020 diadakan saat Pandemi Covid-19, sehingga pelaksanaan nya pun mengikuti standar protokol kesehatan. Konferensi sebagai bentuk LPJ Pengurus PGRI Kuningan Periode 2015-2020, dan agenda memilih kembali Formatur dan pengurus untuk periode 2020-2025.

Pembukaan Konferensi dihadiri oleh Bupati Kuningan, Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kab.Kuningan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kab.Kuningan, Kadisdikbud Kab. Kuningan. Fungsionaris Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd, Ketua PGRI Kab. Kuningan H.Pipin Mansur Aripin, M.Pd serta Peserta.

Pipin Mansur Aripin, Ketua PGRI Kuningan mengungkapkan tema konferensi yaitu   “Mewujudkan PGRI Sebagai Organisasi Profesi dan Perannya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 Sebagai Penguatan PGRI Kuningan “SMART DAN MANDIRI”. Pihaknya mendukung sinergitas program dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, pada kesempatan ini, menjelaskan peran guru harus selalu mengikuti jaman (update) dan perlu modal ilmu pengetahuan konsep kekinian di era industri 4.0. pemanfaatan aplikasi digital teknologi pun tidak bisa dihindarkan oleh Guru, bagaimana memadukan semua literasi untuk wujudkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) variatif dan kreatif.

“ Namun tetap sentuhan kemanusiaan Guru seperti keikhlasan, ketulusan dan kejujuran. Tugas mendidik, mengajar dan membimbing anak didik di sekolah. Saya harap Guru terus belajar, dan belajar “ Pinta Bupati. (AS)

Editor : LIe

 

 

Continue Reading

Berita

Terampil Literasi, Wujudkan KBM Kreatif Dan Variatif

Published

on

By

Kuningan, Jarrakposjabar.com – Pesan ini disampaikan Bupati Kuningan H. Acep Purnama. SH. MH kepada para Guru saat acara Konferensi XXII Kabupaten Tahun 2020 yang diselenggararkan PGRI Kab. Kuningan di D’Jehans Boutique And Hotel. Kamis (09/07/2020).

Tema yang diusung dalam Konferensi Kabupaten XXII yaitu “Mewujudkan PGRI Sebagai Organisasi Profesi dan Perannya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 Sebagai Penguatan PGRI Kuningan “SMART DAN MANDIRI”.

Bupati Kuningan Berikan Sambutan di Konferensi XXII PGRI Kuningan (Foto, Dok; Diskominfo)

Selain Bupati Kuningan, hadir dilokasi juga Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kab.Kuningan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kab.Kuningan, Kadisdikbud Kab. Kuningan. Dan unsur fungsionaris Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd, Ketua PGRI Kab. Kuningan H.Pipin Mansur Aripin, M.Pd serta Peserta Konferensi ke XXII PGRI Kab. Kuningan.

Di forum Konferensi ini yang merupakan ajang tertinggi bagi organisasi profesi Guru di Kuningan, Acep Purnama menyampaikan apresiasi tinggi pelaksanaan Konferensi XXII menerapkan standar protokol kesehatan.

Acep menjelaskan bahwa profesi guru sekarang penuh tantangan, kualitas guru akan berpengaruh kepada anak didik. Dalam kualitas pembelajaran, Guru dituntut kreatif, inovatif agar produktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tercapai.

“ Guru harus mempunyai skill dan ketrampilan literasi, baik literasi digital, literasi teknologi dan literasi manusia. Perkembangan IPTEK dalam Revolusi Industri 4.0 harus disiapkan oleh seorang Guru. Modal literasi mampu hadirkan metode KBM efektif, edukatif dan variatif” Pesan Acep Purnama

Dilokasi, Ketua PGRI Kuningan Pipin Mansur Aripin, M. Pd mengatakan  PGRI Kuningan selalu mendukung kebijakan Pemerintah Daerah dan jalin sinergitas tentang program dan agena kegiatan kebutuhan anggota.

Sementara Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd menjelaskan PGRI merupakan wadah para Guru dari tingkat SD sampai SMA/SMK, keluhan kami yakni persoalan kesejahteraan Guru belum diperhatikan oleh Pemerintah, keberadaan guru honorer dengan gaji terbatas sangat memprihatinkan. Sektor pendidikan menjadi prioritas agar bangsa maju.  (AS)

Editor : LIe

Continue Reading

Komentar Terbaru

    Trending