Berita

Terpidana Kasus Korupsi, Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija Wafat

Itoc Tochija saat menjalani sidang bersama istrinya

JARRAKPOS – Bandung – Mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Sabtu (14/9/2019). Itoc Tochija meninggal masih dalam status terpidana kasus korupsi.

Itoc Tochija divonis 7 tahun penjara. Vonis bersalah kepada Itoc Tochija itu berbarengan dengan vonis yang dijatuhkan kepada istirnya, juga mantan Wali Kota Cimahi Atty Suharti, yang divonis 4 tahun penjara.

Kabar kebenaran meninggalnya  itu diverifikas‎i oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Abdul Aris.

“Ya, barusan saya telpon. Infonya meninggal di RS Hasan Sadikin,” tutur Aris.

Kasus korupsi yang membelit Itoc Tochija dan Atty Suharti istrinya ialah terkait pembangunan Pasar Atas Kota Cimahi. Hukuman penjara itu diputuskan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung pada sidang pembacaan vonis terhadap kedua terdakwa pada kasus korupsi pembangunan Pasar Atas, Kota Cimahi, di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (30/8/2017).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Itoc Tochija dan Atty Suharti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun kepada Itoc Tochija dan pidana penjara selama empat tahun kepada Atty Suharti, serta denda masing masing  Rp 200 juta ” kata ketua majelis hakim Sri Mumpuni SH, di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (30/8/2017).

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut Itoc berupa hukuman 8 tahun penjara dan Atty 5 tahun penjara.

Dalam ka‎sus ini, Itoc divonis bersalah dan dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun pada 2017.

Seperti diketahui, Itoc Tochija saat ini mendekam di Lapas Sukamiskin, juga Atty Suharti turut jadi tersangka dalam kasus suap itu dan dipidana 4 tahun penjara.

 

Jarrakposjabar/lle

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: